ULP Tak Cair, Guru di Kabupaten Jayapura Ancam Mogok Pekan Depan

0
412
Nampak sejumlah Guru SD saat mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura. (Irfan . HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) РPuluhan guru SD se-Kabupaten Jayapura, bakal mogok mengajar mulai pekan depan. Aksi ini sebagai bentuk kekesalan mereka karena uang lauk pauk (ULP) maupun tunjangan-tunjangan lain yang belum cair hingga saat ini.

Selain mogok mengajar, mereka akan datang bermalam (tidur) di Kantor Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P&P) Kabupaten Jayapura, untuk meminta hak-hak mereka yang belum terbayarkan sejak bulan Januari-November 2018 itu segera dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam hal ini Dinas Pendidikan dna Pengajaran.

Aksi mendatangi kantor Dinas Pendidikan di Gunung Merah (Kompleks Perkantoran Bupati Jayapura) ini diikuti sekitar 50-an guru dari seluruh wilayah di Kabupaten Jayapura, kata Viktor B. Nussy salah seorang perwakilan guru yang juga merupakan guru di SD Inpres Doyo Baru, Kamis (22/11/2018) kemarin siang.

Lanjut Viktor mengatakan, kedatangan para guru-guru ini ingin mempertanyakan perihal uang lauk pauk yang belum cair.

Sudah mau satu tahun ini kita pu dana tersebut belum dicairkan oleh Dinas Pendidikan. Kami sesalkan karena belum terbayarkan sampai saat ini, uang lauk pauk dan uang kinerja lainnya belum cair, ujar Viktor Nussy ketika didampingi dua orang rekannya yakni, guru di SD Negeri Brasso Yusuf Bayani dan guru di SD Inpres Abe Ale 2 Sentani Misrem Harewan serta sejumlah guruguru SD lainnya.

Setiap kali dipertanyakan tentang pencairan uang lauk pauk, lanjutnya, Disdik selalu mengatakan belum cair. Kami sudah berapa kali datang tanya ke Dinas Pendidikan ini, yang cuma di janji minggu depan.

“Sehingga kami kembali datang di minggu ini untuk menanyakan terkait uang lauk pauk. Namun dong (mereka) bilang masih disusun, maka itu kami kesal dan beranikan diri telpon ade-ade wartawan kam datang tuk liput berita ini, imbuhnya.

Seperti dua minggu yang lalu itu guru-guru datang ribut (di Kantor Dinas Pendidikan) kesini, karena tinggal di janji terus bilang besok atau minggu ini. Makanya kami datang cek lagi, tetapi belum terbayarkan (cair) juga, sambung Viktor Nussy sembari menyampaikan bahwa para guru-guru yang datang ke Kantor Dinas Pendidikan ini datang dari perwakilan masing-masing distrik di wilayah Kabupaten Jayapura.

Viktor menuntut, uang lauk pauk dan juga hak-hak guru yang lain seperti uang non sertifikasi, uang transportasi dan juga uang tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) itu bisa dibayarkan, karena dari bulan Januari hingga November 2018 ini para guru-guru belum terima.

Contoh seperti uang transportasi itu ada sebagian yang sudah dibayarkan dan ada sebagian juga yang belum dibayarkan. Itu semua belum kami terima hampir satu tahun ini. Begitupun juga dengan uang non sertifikasi itu pembayaran dari pusat, tapi mereka secara internal di dinas pendidikan ini bilang kalau dibayarkan harus menggunakan tahap. Padahal dari pusat ini sebenarnya tidak ada istilah tahap saat pencairan tunjangan non sertifikasi tersebut, bebernya.

Namun itu, kata Viktor, sampai saat ini juga belum dibayarkan, padahal pembayaran ini setiap per triwulan dan sudah dua bulan ini belum cair.

Pihaknya berharap,  agar pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan bisa ikuti aturan yang ada dan juga bisa bayarkan tunjangan-tunjangan itu sesuai yang kami terima. Jika hal ini tidak dilakukan, maka minggu depan guru-guru akan datang tinggal tidur (bermalam) di kantor sini dan tidak ada aktivitas untuk pelaksanaan ujian nasional di bulan Desember nanti. Serta proses belajar mengajar akan dihentikan atau kita akan lakukan mogok, tukasnya. (Irfan / Harian Pagi Papua )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here