SENTANI (LINTAS PAPUA) – Seorang pria berisi CI (21) kedapatan tengah tertidur di pinggir jalan. Saking pulasnya, pria ini tak menyadari saat dirinya dibawa guna diamankan ke Polsek Sentani Timur.

Bau alkohol pun tercium menyengat, diduga pria tersebut usai menenggak minuman keras dan mabuk berat.

Kapolsek Sentani Timur Ipda Heri Wicahya melalui Kasi Humas PolseK Sentani Timur Inayat Setiawan dalam rilisnya yang dikirim ke wartawan harian ini via pesan elektronik membenarkan kejadian tersebut.

“Awalnya anggota Polsek Sentani Timur melakukan patroli pada malam hari sekitar pukul 23.15 WIT, dan pada saat patroli melewati Batas Kota anggota patroli melihat ada seseorang yang tergeletak di pinggir jalan. Kemudian anggota yang pada saat itu melakukan patroli langsung mendekati dan mencoba membangunkan pemuda tersebut. Namun pemuda tersebut sudah tidak sadarkan diri karena di pengaruhi minuman keras (mabuk),” tutur Kasie Humas Polsek Sentani Timur, Minggu (25/11/2018) kemarin malam.

Saat ini pria mabuk tersebut diamankan di Mapolsek Sentani Timur dan baru akan diizinkan melanjutkan perjalanan pulang jika kondisi nya telah pulih.

“Karena belum sadarkan diri, kemudian pemuda tersebut kami bawa untuk di amankan di Polsek Sentani Timur menggunakan mobil Patroli,” jelas Inayat Setiawan.

Patroli Piket Polsek Sentani Timur ini di pimpin oleh Bripka Samuel Pasebo yang mendapati seorang pemuda CI (21) di Batas antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura dalam keadaan pengaruh minuman keras (mabuk) tertidur di pinggir jalan, Kamis (22/11/18) malam lalu.

Lanjutnya, setelah pemuda tersebut sadarkan diri, kemudian anggota Bhabinkamtibmas Brigpol Sagi memberikan arahan dan pesan-pesan Kamtibmas agar pemuda tersebut tidak lagi mengkonsumsi minuman keras yang akan membahayakan dirinya sendiri dan pemuda tersebut pun di pulangkan.

“Untuk itu, kami dari pihak Kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya pemuda pemudi Kabupaten Jayapura agar menjauhi minuman keras (Miras) yang akan merugikan diri sendiri juga orang lain dan dapat membahayakan jiwa kita sendiri,” imbuhnya. (Irfan / Harian Pagi Papua)