Gubernur Lukas Enembe Ajak Masyarakat Paniai Bersatu Dukung Pemimpin Baru

0
356
Bupat dan Wakil Bupati Paniai terpilih, saat diambil sumpah janji jabatan oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe, pekan lalu, di Paniai. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Gubernur Papua Lukas Enembe mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Paniai agar bersatu dan melupakan perbedaan pilihan dalam proses Pilkada, untuk selanjutnya  mendukung pemimpin yang baru dilantik pada wilayah tersebut.

“Jangan ada lagi perpecahan antar kelompok masyarakat maupun pendukung pasangan calon saat pilkada. Jangan ada lagi kubu-kubuan. Sebab pemimpin baru sudah ada yang nantinya akan membawa kabupaten ini dalam pembangunan lima tahun mendatang,” terang Lukas saat melantik Bupati dan Wakil Bupati Paniai periode 2018-2023 di Enarotali, pekan lalu.

Gubernur juga berpesan,   agar bupati wakil bupati dapat menjaga kepercayaan rakyat selama memimpin lima tahun mendatang demi kemajuan Paniai yang lebih baik.

“Jangan jadi Bupati yang tidak disenangi semua orang. Itu bahaya karena bisa menimbulkan konflik di masyarakat. Harus pula rangkul semua lawan lawan politik saat pilkada kemarin. Sehingga semua pihak bisa sama-sama membangun daerah ini,” ucap dia.

Lukas pada kesempatan itu mengingatkan,  bupati dan wakil bupati agar tak gemar meninggalkan tempat tugas serta menerbitkan perijinan yang bukan menjadi tupoksi maupun wewenangnya. Sehingga pelaksanaan pembangunan bisa berjalan sebagaimana mestinya serta para pejabatnya tidak tersangkut masalah hukum.

Sebelumnya, Gubernur Papua, Lukas Enembe, Jumat (23/11), melantik pasangan Meky Nawipa – Oktopianus Gobay sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Paniai periode 2018 – 2023.

Pelantikan yang berlangsung di Aula kantor Bupati Paniai, dihadiri Kapolda Papua, perwakilan Pangdam Cenderawasih dan sejumlah Bupati dari wilayah pegunungan diantaranya Bupati Puncak, Puncak Jaya, Yahukimo, Intan Jaya, Deyai, Pegunungan Bintang dan Biak Numfor.

Rencana pelantikan bupati dan wakil bupati Paniai pun sebelumnya beberapa kali mengalami penundaan dikarenakan alasan teknis.

Kendati demikian, Gubernur segera mendorong pelantikan untuk segera dilaksanakan mengingat SK pelantikan sudah turun dari Kementerian Dalam Negeri. (Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here