JAYAPURA (LINTASPAPUA) –  Wakil Wali Kota Jayapura,  Ir. H. Rustan Saru. MM. menginstrusikan kepada kontraktor pekerjaan proyek jalan pendekat holtekamp, agar bekerja ekstra guna mempercepat proses penyelesaian jalan, sebelum pertengahan Desember 2018.

 

“Mengingat batas kontrak sampai pertengahan desember 2018,  maka para kontraktor di minta untuk bekerja lembur dengan menambah personil kerja, peralatan termasuk biaya untuk mempercepat proses penyelesain proyek ini,” ucap Rustan Saru,  saat mengecek lokasi proyek jalan Hamadi – Holtekam, Kamis 22 November 2018.

 

Menurut Rustan,  sebagaimana dengan adanya rencana pada  desember ini, Presiden akan meresmikan jembatan Youtefa, maka pekerjaan ini harus tuntas sebelum akhir tahun 2018.

 

“Jadi saya melakukan pengecekan langsung proyek prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura ini karena sangat menentukan proses peresmian jembatan Youtefa oleh Presiden Indonesia Joko Widodo Desember 2018 mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, proyek jalan pendekat ini tahap penyelesaiannya hampir 80 persen hingga november ini.

 

“Dari segi penggalian tanah sudah, tinggal sekarang penentuan pemasangan talut keliling dan perapian badan jalan sekaligus penentuan lapis pondasi jalan sampai pengaspalan, jadi sampai mendekati akhir bulan November ini hampir 80 persen pekerjaan sudah selesai,” jelasnya.

 

Selain itu kata Rustan, hal yang perlu di sempurnakan yakni bagian dinding tebing galian tanah, sisi kanan jalan agar kelihatan lebih rapi dan lebih indah di pandang mata.

 

“Kondisinya masih belum rata kalo tidak bikin trap-trap yang rapi maka di khawatirkan batu bisa jatuh ketika jalan ini sudah di fungsikan,” tambah Rustan

 

Lanjut Rustan, para kontraktor bisa merapikan pekerjaan dengan baik terus menjaga keamanan tebing agar tidak mudah longsor oleh kondisi cuaca yang berubah-ubah.

Progres pembangunan Jembatan Holtekamp yang diperkirakan mulai difungsikan pada Desember 2018 mendatang. Diharapkan pula jembatan ini dapat diresmikan oleh kepala negara. (ISTIMEWA / HPP)

 

 

 

 

 

 

 

 

“Mulai dari awal pekerjaan proyek jalan ini ada pergeseran volume mulai dari pemotongan elepasi badan jalan yang awalnya kemiringan jalan 10 persen, kemudian diturunkan menjadi 5 persen guna mempercepat akses dengan jembatan dan mudah untuk dilalui,”imbuhnya.

 

Melihat dari segi struktur konstruksi dan hasil proyek sejauh ini tidak ada masalah, hanya saja kekurangannya adalah tebing gunung yang di gali pada tahap pertama belum melakukan pengamanan dinding tebing.

 

“Ada perubahan dari volume awal peledakan 43 ribu kubik menjadi 75 ribu kubik.Untuk jalan ini merupakan jalan utama penghubung jalan dekat dengan jembatan youtefa maka diberlakukan 2 jalur dari 1 jalur tujuh setengah meter kiri dan kanan jadi 15 meter.Ditambah median tengah satu setengah meter total jalan dengan saluran ini 23 meter,”ujarnya.

 

Pihaknya menambahkan,  untuk membangun proyek jalan yang panjangnya mencapai 500 meter ini membutuhkan dana kurang lebih 33 miliar.

 

“Blessting peledekan perlu untuk membeli alat-alat khusus guna menurunkan elepasi gunung tersebut,” tutupnya.

 

Harapan Pemerintah kota Jayapura proyek pekerjaan ini bisa dituntaskan dalam hingga Desember ini, sehingga peresmian yang di rencanakan oleh Presiden nanti pada akhir desember bisa terlaksana dengan baik.  (Ardiles / lintaspapua.com )