Mathius Awoitauw : Festival Bahari Tanah Merah 2018 Bangkitkan Jati Diri Masyarakat Pesisir

0
968
Festival Bahari Tanah Merah 2018. Tampak para penari masyarakat adat dan anak - anak yang siap meriahkan festival di Kampung Tablanusu. (Foto Facebook Nick Mehue )

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si, saat menabuh Tifa sebagai tanda membuka secara resmi iven FBTM Ke-IV Tahun 2018, di Kawasan Pantai Tablanusu, Kampung Tablanusu, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, pada Senin (19/11/2018) lalu. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) –  Iven pariwisata dan budaya daerah tahunan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura yakni, Festival Bahari Tanah Merah (FBTM) ke-IV Tahun 2018 resmi dibuka pada hari Senin, 19 November 2018 lalu.

 

Acara ini digelar di Kawasan Pantai Tablanusu, Kampung Tablanusu, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura sejak Senin (19/11/2018) hingga Rabu (21/11/2018) kemarin.

 

Caption Foto : Bupati Jayapura diantar oleh masyarakat adat menggunakan perahu tradisional dari Dermaga Depapre menuju lokasi FBTM, di Kampung Tablanusu, Distrik Depapre. (ISTIMEWA)

FBTM ke-IV Tahun 2018 dibuka langsung oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si. Dalam pembukaan tersebut, Bupati Jayapura melakukan penabuhan Tifa menandai pembukaan Festival Bahari Tanah Merah IV Tahun 2018.

 

Seremoni pembukaan FBTM Tahun 2018 itu diwarnai dengan pementasan seni dan budaya dari masyarakat pesisir yang mendiami Teluk Tanah Merah.

 

Sesuai agenda, kegiatan FBTM digelar dari Senin (19/11/2018) hingga Rabu (21/11/2018), yang mana Bupati Jayapura diantar oleh masyarakat adat menggunakan perahu tradisional dari Dermaga Depapre menuju lokasi FBTM, di Kampung Tablanusu, Distrik Depapre.

Caption Foto : Suasana Para Penari yang memeriah Festival Bahari Tanah Merah 2018 (Foto  Facebook Nick Mehue)

“Pelaksanaan iven FBTM di tepian Teluk Tanah Merah ini merupakan satu festival yang unik dan juga satu festival yang khas untuk masyarakat di pesisir. Kita sudah melaksanakan festival hingga kali ini, berarti sudah empat kali kita selenggarakan,” kata Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, dalam sambutannya pada pembukaan FBTM IV Tahun 2018, Senin (19/11/2018) lalu.

 

Bupati Mathius menyebutkan bahwa tujuan Fetival Bahari Tanah Merah ini untuk membangkitkan kembali jati diri masyarakat Teluk Tanah Merah dengan kebudayaannya dan juga dengan keindahan alamnya yang ada di wilayah ini serta manusianya yang luar biasa.

 

“Karena itu, iven ini adalah untuk menampilkan jati diri dan juga keunggulan-keunggulan kita. Serta mengangkat potensi seni dan budaya serta jati diri masyarakat adat pesisir yang mendiami Teluk Tanah Merah,” terang Mathius Awoitauw.

 

Diharapkan, dengan kehadiran berbagai pihak yang memberikan perhatian terhadap pariwisata di daerah ini, sehingga kedepan potensi ini bisa menjadi sesuatu yang berharga dan bernilai di waktu-waktu yang akan datang.

 

“Kawasan di Kabupaten Jayapura mempunyai potensi pariwisata yang luar biasa. Karena kita memiliki lautan dan pesisir yang luar biasa. Tapi, juga kita memiliki Cagar Alam Cycloop, kita memiliki Danau Sentani serta kita memiliki hutan yang juga luar biasa. Bagaimana ini bisa menjadi satu kekuatan ekonomi bagi masyarakat adat di waktu-waktu yang akan datang,” harapnya.

Bupati Mathius juga mengatakan, pihaknya terus memberikan perhatian besar kepada masyarakat adat karena mereka memiliki hutan, tanah dan juga perairan yang luar biasa. “Oleh karena itu, kita terus tingkatkan kerja sama dengan masyarakat adat, sehingga potensi sumberdaya alam inilah yang akan memberikan harapan bagi kita untuk masa depan kita yang lebih baik lagi,” katanya.

 

“Kalau kita membangun fisik, segala sesuatu pada waktunya akan habis juga. Tetapi, dunia pariwisata dengan sumber daya alam yang kita miliki kalau dikelola dengan baik, maka ini akan menjadi masa depan bagi kita yang akan menghidupkan kita dan tidak akan pernah berakhir,” imbuhnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Jayapura, Benyamin Yarisetouw, S.E., M.Par. (Irfan / HPP)

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana FBTM IV Tahun 2018, Benyamin Yarisetouw, S.E., M.Par dalam laporannya mengatakan, iven FBTM ini diawali dengan kegiatan pra festival selama dua hari, mulai sejak tanggal 16-17 November 2018. “Jadi kegiatan pra festival ini diisi dengan sejumlah perlombaan bagi masyarakat pesisir yang dilakukan selama dua hari,” kata pria yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura tersebut.

 

Selain itu, kata pria yang akrab disapa Benny ini, pihaknya juga menggelar seminar sehari pada Senin, tanggal 12 November 2018, tentang pelaksanaan iven FBTM dan juga pencanangan Distrik Sentani Barat Moi sebagai Distrik Agro Wisata pada Minggu, tanggal 18 November 2018.

 

“Lomba yang kita laksanakan dalam pra festival adalah lomba menggambar bagi anak-anak, lomba memancing, lomba tari Lemon Nipis dan lomba Suling Tambur,” jelasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here