Festival Bahari Tanah Merah 2018 Sukses, Ditutup Dengan Kehadiran Ribuan Pengunjung

313
Setelah melalui segala rangkaian kegiatan menarik dalam festival bahari kali ini dari, 19-21 November 2018. Bertempat di Pantai Tablanusu, Kampung Entiyebo, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Rabu (21/11/2018) kemarin sore pukul 16.00 WIT akhirnya Festival Bahari Tanah Merah (FBTM) ke-IV Tahun 2018 resmi ditutup Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro. Tampak suasana Perahu – Perahu Masyarakat Adat saat memasuki Kampung Tablanusu. (Foto Facebook Nick Mahue)

Suasana Penutupan Festival Bahari Tanah Merah 2018 oleh Wakil Buppati dan diikuti dengan kehadiran sejumlah pimpinan organisasi perangkat daeah di Kampung Tablanusu. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Setelah melalui segala rangkaian kegiatan menarik dalam festival bahari kali ini dari, 19-21 November 2018. Bertempat di Pantai Tablanusu, Kampung Entiyebo, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Rabu (21/11/2018) kemarin sore pukul 16.00 WIT akhirnya Festival Bahari Tanah Merah (FBTM) ke-IV Tahun 2018 resmi ditutup Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro.

 

Pada acara penutupan FBTM kali ini dihadiri seluruh unsur Forkompimda dan seluruh Kepala OPD Kabupaten Jayapura serta ribuan masyarakat tidak mau ketinggalan berkumpul turut meramaikan acara penutupan festival bahari ini.

 

Pelaksanaan Festiva Bahari Tanah Merah (FBTM) yang pelaksanaannya tahun 2018 ini memasuki tahun ke IV, yang dilaksanakan di Pantai Wisata Tablanusu, Kampung Entiyebo, Distrik Depapre.

Caption Foto : Suasana Para Penari yang memeriah Festival Bahari Tanah Merah 2018 (Foto  Facebook Nick Mehue)

FBTM ke IV tahun 2018 tersebut telah berlangsung selama tiga hari, terhitung dari hari Senin, 19 -21 November 2018 dengan diikuti oleh sejumlah peserta yang terdiri dari sejumlah kampung-kampung dan distrik yang ada di wilayah Teluk Tanah Merah.

 

Pembukaan FBTM ke IV tahun 2018 tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, akhirnya kembali secara resmi ditutup oleh Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro.

 

Wabup Giri menyampaikan, kegiatan FBTM tahun 2018 ini bisa dianggap sukses karena melihat antusias dari masyarakat yang dating ke lokasi festival bahari ini.

 

“Ya, festival bahari ini sukses. Karena antusiasme masyarakat untuk hadir itu kita bisa sama-sama lihat yakni, lapangan parkir saja sampai tidak muat. Berarti kita bisa katakana (festival) ini sukses dan sudah lebih baik dari sebelumnya,” ujar Giri Wijayantoro ketika ditemui wartawan usai penutupan Festival Bahari Tanah Merah (FBTM) 2018 di Pantai Wisata Tablanusu, Kampung Entiyebo, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Rabu (21/11/2018) kemarin malam.

 

Melihat antusias masyarakat dan juga pengunjung menyaksikan berbagai rangkaian FBTM 2018 membuat Giri berharap tahun depan dapat menghadirkan acara yang lebih meriah dan lebih bagus. Ia menyatakan dirinya optimis daerah pesisir pantai ini bisa dijual sebagai tempat wisata bahari.

Caption Foto : Suasana Para Penari dengan pakaian adat saat masuk Kampunug Tablanusu dengan perahu jonson yang memeriahkan Festival Bahari Tanah Merah 2018 (Foto  Facebook Nick Mehue)

“Mudah-mudahan kedepan bisa kita lebih perbaiki lagi. Supaya daerah pesisir pantai ini bisa kita jual sebagai tempat wisata (bahari) laut seperti diving dan lain sebagainya,” jelasnya.

 

“Saya optimis. Kalau melihat masyarakat begini, saya sangat optimis sekali. Kedepan juga kita harus bisa membuat wahana-wahana bagi orang yang mungkin suka ke pantai. Namun tidak suka bermain di dalam air itu bisa dibangunkan wahana yang ada tempat bermainnya di darat, agar kedepan suasana untuk wisata lebih baik lagi,” sambung Giri Wijayantoro.

 

Untuk mewujudkan pengembangan pariwisata itu salah satu tantangannya adalah akses jalan, Wabup Giri menyebutkan, bahwa pihaknya sudah merintis akses jalan mulai dari Demta ke Tablanusu, tinggal tahapannya saja.

 

“Jadi, akses jalan mulai dari Demta hingga ke Nusu (Pantai Tablanusu) sini sudah kita rintis. Kalau jalan kan memang ada tahapannya dan tidak sekaligus langsung jadi karena harus ada ujian-ujian terlebih dahulu. Artinya, kekuatan atau dalam hal ini ada pengerasan hingga betul-betul kita bisa aspal jalan ini sampai mulus yang itu semuanya butuh waktu, tetapi sudah rintisan untuk semua itu,” tukas Giri Wijayantoro.

 

Festival Bahari Tanah Merah tahun 2018 ini digelar selama tiga hari sejak tanggal 19 November 2018 hingga Rabu (21/11/2018) kemarin, yang diawali dengan kegiatan pra festival selama dua hari sejak tanggal 16-17 November 2018 ini diisi dengan sejumlah perlombaan bagi masyarakat pesisir.

Sementara itu Sebelumnya,  Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura, Benyamin Yarisetouw, SE., M.Par., dalam kesempatan pembukaan Senin (19/11/2018) menyampaikan, banyak terimakasih kepada Bupati Jayapura atas dukungan dan kepada pihak sponsor serta mengajak masyarakat untuk mendukung dan melestarikan budaya Tanah Merah – Moi dalam setiap ivent festival bahari, sebagaimana tujuan dari kegiatan Festival Bahari Tanah Merah 2018.

“Kegiatan ini bertujuan untuk  Penguatan adat dan budaya sesuai visi misi , Jayapura Baru, sebagaimana Tema Kegiatan adalah tema  “Pesona Bahari Lestari Budaya ku,” dengan sasaran masyarakat adat Tanah Merah – Moi,”

Caption Foto : Suasana Para Penari dengan pakaian adat di Kampunug Tablanusu, yang memeriahkan Festival Bahari Tanah Merah 2018 (Foto  Facebook Nick Mehue)

Dikatakan, ssaran  kegiatan adalah masyarakat dan berharap bisa mendatangkan wisatawan dan meningkatan peran masyarakat adat.

“Dalam kesempatan iini disampaikan bahwa sebelum kegiatan Festival Bahari, didahului dengan berbagai lomba mancing dan melukis serta tarian lemon nipis dan dilanjutkan  seminar serta pencanangan Distrik Sentani Barat sebagai Distrik Agro Wisata,” kata Benyamin Yarisetouw, yang juga Ketua Panitia.

Benyamin Yarisetouw menyampaikan, terimakasih kepada Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw dan  semua sponsorship dan rekan – rekan panitia yang bekerja hingga bisa terlaksana. (Irfan / Harian Pagi Papua)