BKKBN RI – Papua Ajak Anak Muda Cegah HIV AIDS

0
522
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN RI) bersama BKKBN Papua mengelar seminar nasional dalam rangka hari AIDS Sedunia tahun 2018, di Hotel Horison Jayapura, Kamis (22/11/ 2018). (Fransisca / lintaspapua.com )

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional  Republik Indonesia (BKKBN RI)  bersama BKKBN Papua mengelar seminar nasional dalam rangka hari AIDS Sedunia tahun 2018, di Hotel Horison Jayapura, Kamis (22/11/ 2018).

Adapun hadir sekitar  200 orang, mitra kerja BKKBN RI dari Dinas kesehatan, Dinas kesehatan Kota Jayapura, Dinas KB Provinsi, OPD KB Kota Jayapura, KPA Povinsi, KPA Daerah kota Jayapura,  Perkumpulan keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi, Pemfasilitas Kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat.

 

Sedangkan undangan terbanyak yaitu 100 orang dari Remaja anggota PIK remaja/mahasiswa untuk  menyampaikan pemahaman mencegah  penularan HIV/ AIDS, penyakit infeksi menular seksual (PIMS) bagi usia produktif Papua.

Narasumber yag menyampaikan informasi  dari Deputi bidang KB dan kesehatan Reproduksi, DR. Ir. Dwi Listya Wardhani. MSC.Dip.Com., dokter spesialis kandungan ( dr. Lily Wanane), Atropolog Universitas Cendrawasih (Enos Henok Rumansara), KPA Provinsi, dan tokoh agama.

 

 

Deputi bidang KB dan Kesehatan Reproduksi, DR. Ir.  Dwi Listya Wardhani. MSC.Dip.Com menjelaskan,  bahwa HIV AIDS  dan PIMS menunjukan kecendrungan meningkat,

“Dahulu HIV AIDS hanya menimpa pada orang berprilaku sex menyimpang, tapi sekarang HIV AIDS justru di idap oleh masyarakat Heteroseksual,” tuturnya.

 

Dikataian, hal ini merupakan peringatan bagi kita semua, bahaya penyakit ini belum ada obatnya dan memerlukan perhatian khusu untuk mengetahui dan cegah HIV  dan AIDS,

“Karena  masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan reproduksi, dalam hal cara melindungi diri dari perilaku seksual beresiko.” Jelasnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Provinsi  Papua, Charles Brabar SE, M.Si mengatakan, bahwa  kegiatan ini di fokuskan bagi anak muda dan generasi penerus Papua sebagai langkah penting mencegah penularan HIV dan AIDS.

“Kegiatan ini menyonsong hari AIDS sedunia pada 1 Desember nanti,  Mensosialisakan bahayanya penyakit infeksi menular seksual  HIV&AIDS,” tuturnya.

 

Dijelaskan, bahwa kegiatan ini menjadi informasi terbuka bagi anak muda. kenapa di adakan di Papua karena jumlah Kasus HIV&AIDS tertingi ke empat di Indonesia, maka kegiatan ini di pusatkan di Jayapura.

“Ini masalah kesehatan orang asli Papua, kami selaku promotivenya, sedangkan pihak kesehatan melakukan pengobatan. Kita harapkan anak muda lebih mengetahui pencegahan ini, sehingga mereka dapat menjaga diri, generasi Papua ini yang perlu kita proteksi,” tandasnya mengharapkan geneasi muda Papua melakukan pencegahan. ( Fransisca / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here