The Spirit of Papua : Hari Otsus Papua, Masih Ada Harapan Untuk Maju

106
CEO dan Direktur PLI, Samuel Tabuni, yang juga Ketua The Spirit of Papua group. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

Caption foto : Undangan Pemerintah Provinsi Papua untuk Samuel Tabuni hadir sebagai pembicara dan berbicara tentang Otonomi Khusus Papua serta berbagai materi yang tersusun dalam undangan. (Samuel Tabuni Facebook)

Pada tanggal 21 November 2001 terjadi sebuah peristiwa penting di Tanah Papua. UU Otonomi Khusus nomor 21 Tahun 2001 telah lahir sebagai bentuk win-win solusi atas aspirasi politik pemisahan diri yang diminta oleh masyarakat Papua dibawa Pimpinan Bapak Ondofolo Theys H. Eluay.

Tidak terasa UU Otonomi khusus sudah berumur 18 Tahun hari ini. UU Otonomi khusus lahir waktu itu saya masih duduk di bangku kelas 1 di SMK Negeri 1 Sentani pada tahun 2001. Saat itu saya sama sekali tidak tahu dan tidak mengerti dengan UU ini. Hari ini saya diundang sebagai narasumber mewakili semua rekan rekan seusia saya dan adik-adik saya di Tanah Papua dalam acara Papua Development Forum (PDF) memperingati HUT UU Otsus di Tanah Papua ke-18.

Kalaupun Otsus akan berakhir setelah 7 Tahun pada tahun 2025 sesuai semangat awal pemberlakuan UU Otonomi khusus 25 tahun di Tanah Papua. Saya yakin Papua masih ada harapan untuk maju dan berbenah menjadi lebih maju. Kuncinya adalah Pemuda Papualah ujung tombak perubahan itu. Pemuda Papua tidak boleh menjadi korban dari UU Otonomi khusus.

Pemuda/i Papua adalah masa depan Tanah Papua. Masa depan masyarakat Papua ada dipundak pemuda/i Papua hari ini. Kami pemuda/i Papua berjumlah terbanyak atau mayoritas dari jumlah penduduk Papua. Libatkan kami dalam semua keputusan pembangunan di Tanah Papua, tingkat Nasional dan Internasional. (Dikutip dari Laman Facebook Samuel Tabuni)

 

“Hari ini Pemuda/i Papua lebih dari siap”
Salam Damai
(The Spirit of Papua)