Bangun Persaudaraan Pela Gandong, Rumah Kecil Pemuda Maluku Resmi di Deklarasikan di Tanah Papua

0
793
"PAPARISA sebagai wadah tempat berkumpul bagi para pemuda pemudi yang ada di Papua, dengan tujuan ingin membentuk, membantu Pemerintah Daerah sebagai mitra dan mendukung seluruh kebijakan pemerintah TNI/Polri sampai ke kabupaten, kota di Provinsi Papua," ujar Ketua Umum PAPARISA, Fransisco Hitijaubessy saat menyampaikan sambutan, Selasa (20/11/2018). Tampak foto bersama usai prosesi pelantikan. (Ardiles / lintaspapua.com )

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Pemuda PAPARISA Maluku (PPM) di tanah Papua resmi mendeklarasikan dirinya sebagai salah satu organisasi yang sah di tanah Papua, acara deklarasi ini berlangsung di pantai hamadi, Selasa (20/11/2018).

 

Deklarasi yang bertemakan membangun pemuda/i dalam ikatan persaudaraan pela gandong di pimpin langsung oleh sesepuh Ramsus. D. Siahaya.

 

Dengan dilengkapi pengesahan SK Kemenkuham Nomor AHU-0013712.01.07-Tahun 2017, Paparisa atau rumah kecil bagi masyarakat Maluku resmi membentuk badan pengurus Pusat di tanah Papua.

 

“PAPARISA sebagai wadah tempat berkumpul bagi para pemuda pemudi yang ada di Papua, dengan tujuan ingin membentuk, membantu Pemerintah Daerah sebagai mitra dan mendukung seluruh kebijakan pemerintah TNI/Polri  sampai ke kabupaten, kota di Provinsi Papua,” ujar Ketua Umum PAPARISA,  Fransisco Hitijaubessy saat menyampaikan sambutan, Selasa (20/11/2018).

 

Lanjut sisco kedepannya,  Pemuda  Paparisa Maluku di tanah Papua kiranya dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung serta memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara dalam mencapai cita-cita leluhur di atas tanah ini.

Dirinya berharap,  kepada semua pihak dapat memberikan ruang bagi anak negeri maluku untuk dapat memberikan dampak yang positif tanpa merusak dan mengambil hak dan kewajiban Orang Asli Papua (OAP).

 

 

Sementara itu, Sesepu Maluku, Ramsus D. Siahaya mengatakan, bahwa anak-anak Paparisa di Papua memiliki semangat Patriot berjiwa militan yang dialiri darah Kapitan Pattimura dengan semangat Lawamena Haulala itu nyata hari ini.

 

“Tidak dapat di bahayangkan bukan IKEMAL yang mengeluarkan SK deklarasi tetapi Menteri, sehingga jangan pernah mengadu domba organisasi IKEMAL dengan organisasi anak-anak muda Maluku yang lain,” tegas Siahaya.

 

Lanjut dikatakan Siahaya sel-sel seperti ini harus kita jaga sebagai potensi untuk menggarap semangat kebersamaan ale rasa beta rasa, potong di kuku rasa di daging

 

“Hidup ini serba kolaboratif universal jangan ada yang memproteksi diri dengan pemahaman-pemahaman yang sempit,” lanjutnya.

 

Oleh karena itu anak-anak Maluku harus berjalan dan menentukan sikap sebagai seorang penerus nilai-nilai kepahlawanan kita yang sudah di letakan yaitu nilai perubahan

 

Kalo ada anak Maluku yang merubah nilai-nilai itu bahkan merusakannya itu bukan anak Maluku yang tidak memiliki nilai kepahlawanan kita imbuhnya.

 

Pemerintah Provinsi, kota dan Pemerintah Kabupaten se-tanah Papua, TNI/Polri disana ada kiprah anak Maluku, karena itu setiap anak maluku yang diberikan kesempatan untuk melaksankan sebuah pembaharuan harus benar-benar memiliki integritas diri sebagai yang membagi kasih merupakan moto kita ale rasa beta rasa potong di kuku rasa di daging.

 

“Tidak mementingkan diri sendiri  dan berani berkorban bagi orang lain dan mempunyai jiwa sosial yang tinggi sekaligus ingin melakukan sebuah perubahan demi kesejahteraan bersama,” ucapanya.

 

 

Diakui, ini menjadi catatan bagi anak-anak Paparisa yang hari ini di bentuk dan di deklarasikan.

 

 

Ditambakan Siahaya, bahwa dirinya hadir pada kesempatan ini bukan sebagai Sekretaris umum IKEMAL tetapi sebagai orang yang di tokohkan oleh anak-anak pemuda Paparisa.

 

 

Bagi orang tatua untuk selelu mendampingi, mengarahkan anak-anak ini jauhkan diri dari keinginan yang merusak citra diri anak Maluku pungkasnya. (Ardiles / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here