Maksimalkan Ketahanan Pangan Papua Jelang Tiga Iven Nasional

106

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) –  Asisten Bidang Umum Setda Papua,  Elysa Auri mengajak, instansi terkait baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota agar dapat memaksimalkan ketahanan pangan, guna menyambut tiga iven nasional di 2019 mendatang.

Tiga agenda besar itu, yakni Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas), Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) serta Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020.

Ia berharap, ketahanan pangan yang ada di Papua, dapat memenuhi jumlah atlet dan official yang bakal berkunjung ke lima klaster penyelenggaraan cabang olahraga di Papua. “Sebab suksesnya tiga iven ini akan menopang suksesnya pelaksanaan PON 2020 di tanah ini,” terang dia di Jayapura, minggu lalu.

Sementara untuk memaksimalkan ketahanan pangan yang ada, Elysa mengharapkan instansi terkait dapat mengembangkan potensi hutan yang melimpah di bumi cenderawasih. Diantaranya, kopi, sagu serta buah merah.

Disamping itu, instansi terkait wajib melibatkan pemilik hutan untuk dapat  berkontribusi meningkatkan hasil produksi ketahanan pangan sesuai dengan potensi yang ada di wilayahnya.

“Sebab dengan begitu, kita pemerintah bisa menjadikan mereka sebagai pelaku untuk mengelola kekayaannya sendiri. Karena dengan dia bisa ikut dalam pengelolaan hutannya, mereka pasti akan merasa diberdayakan dari sisi ekoniomi”.

“Dengan begitu, bisa memberikan efek atau dampak positif terhadap kehidupan ekonomi keluargnya,” kata dia.

Pada kesempatan itu, dia mengajak seluruh pemilik hutan serta pengrajin yang ada di Papua agar dapat memanfaatkan tiga iven nasional di 2019 mendatang dengan memaksimalkan ketahanan pangan yang ada di hutan miliknya.

Tentunya dengan memanfaatkan potensi yang ada untuk dijual kepada atlet maupun official yang bakal mengunjungi Papua mengikuti tiga iven nasional tersebut.

“Sehingga ekonomi mereka bisa meningkat dan memberikan penghasilan bagi maupun peningkatan kesejahteraan bagi keluarga”.

“Ini yang kami harapkan sehingga pelaksanaan tiga iven ini dapat tak diambil keuntungan oleh pihak dari luar Papua untuk memasarkan produk hasil ketahanan pangan mereka atau hal terkait lainnya,” harapnya. (Koran Harian Pagi Papua)