BPNB Papua dan Papua Barat Gelar Seminar Hasil Penelitian Sejarah

185
Kepala BNPB Papua dan Papua Barat, Desy Polla Usmany, SS. Mengatakan kegiatan ini untuk menyempurnakan penelitian Yang Sudah di laksanakan Oleh BNPB. (Fransisca / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Papua dan Papua Barat, yang dinaungi oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan, mengelar seminar hasil dan budaya, Balai pelestarian Nilai budaya Papua (BPNBP) tahun 2018.

Hasil dari seminar ini menjadi rekomendasi Program Nasional, pokok-pokok pikiran kebudayaan kongres, diangkat dan dicarikan jalan keluarnya, untuk melestarikan budaya Papua.

 

Hadir 80 undangan dari perwakilan Pemda, Akademisi, Tokoh agama, Balai Bahasa Papua, Balai Arkeologi Papua.

Dengan 3 orang Pemateri dari Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas, 1 orang pemateri dari universitas Indonesia memaparkan mengenai : Mitologi suku bangsa Kamoro di distrik Mimika timur, Siklus hidup kampung Sawar Kabupaten Sarmi, Patung Katwar Suku bangsa Biak, Patung Leluhur Suku Kamoro, Tarian Gathzii Kabupaten Merauke, Peranan Gereja Harapan Abepura dalam perkembangan Gereja-Gereja disekitarnya, Grand Abe Hotel Jayapura, Senin(19/11/2018).

Kepala BNPB Papua dan Papua Barat, Desy Polla Usmany, SS. Mengatakan kegiatan ini untuk menyempurnakan penelitian Yang Sudah di laksanakan Oleh BNPB

 

“kita membutuhkan saran, kritik dari penelitian terapan kami untuk menyempurnakan penelitian kami, undangan yang hadir, sebagai polisi riset, agar ada tidak lanjut dari riset kami.

Setelah seminar dan kongres kami melakukan workshop kerajinan, Program seniman masuk sekolah, membuat generasi Muda menjadi pengrajin, menjadi pengusaha dan tidak melupakan budayanya.” Katanya

 

Pada kesempatan ini, Desy menjelaskan Fungsi BPNB di tanah Papua yang jarang di ketahui oleh masyarakat Papua.

 

“Kami mengangkat mendokumentasikan, mempunlikasikan, kesejarahan budaya yang berhubungan dengan aspek-aspek budaya di tanah Papua, fokus lebih melestarikan budaya Papua. Harus di teliti dulu, di angkat lalu di Publikasikan, dan di publikasikan, untuk menjadi acuan selanjutnya. Membangun, membantu masyarakat dari bawah, membuka lapangan kerja bagi masyarakat itu sendiri. Sasaran BNPB meningkatnya pelaku budaya, pelaku kearifan lokal.”Jelasnya.

 

Kepala LITBANG Kabupaten Jayapura, Frans Y.R. Pepuho selaku undangan, menyumbangkan pendapatnya dalam seminar ini untuk kembali ke masyarakat pemilik budaya agar informasi yang di dapat lengkap.

 

“Seminar ini bagus karena di awali dengan sebuah penelitian, harapan kami setelah seminar team BNPB kembali ke masyarakat dan gereja,agar masyarakat dapat memberikan informasi lebih detail lagi mengenai budayanya, sebagai pemilik cerita, karena  penyebaran BNPB sangat luas.” Pungkasnya. (Fransisca/ lintaspapua.com ).