Renungan Pagi : GANJARAN MEMBAWA KESELAMATAN

124
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah, Anthonius M. Ayorbaba, saat foto bersama bersama Komandan Kompi Brimob Polda Kalimantan Tengah, Danielo Samonsabra, dalam sebuah kegiatan di Pontianak,, usai Upacara HUT Brimob, Rabu (14/11/2018 kemarin. (Foto Pribadi)

Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
…YESAYA 53:4-5…

Oleh :  Anthonius Ayorbaba

GANJARAN MEMBAWA KESELAMATAN

Sobatku, terkadang kita tidak memahami apa yang sedang kita alami, disaat Tuhan sedang mengijinkan kita mengalami suatu ujian Iman yang terjadi dalam menjalani kehidupan ini.
Apakah ujian yang kita hadapi ringan, sedang ataupun berat, maka disitulah rencana Tuhan digenapi bagi mereka yang mengasihi Tuhan (Roma 8:28)

Sobatku, ditengah penderitaan bangsa Israel yang dibuang ke negeri Babel, nabi Yesaya menubuatkan seorang penyelamat yang menderita sengsara oleh kejahatan manusia. Nubuatan itu yang akhirnya di Perjanjian Baru menunjuk pada pribadi Tuhan Yesus.

Dalam Injil kita mengetahui bagaimana Tuhan Yesus, sebagai manusia, menderita bahkan mati dengan cara yang mengenaskan.

Dalam 1 Korintus 1:23 penderitaan dan kematianNya menjadi batu sandungan bagi orang Yahudi karena bagi orang Yahudi tidak mungkin seorang utusan Allah mati dengan cara demikian. Apalagi mereka berharap Tuhan Yesuslah yang menyelamatkan mereka dari belenggu penjajahan Romawi.

Seharusnya, seorang utusan Allah, nabi Allah adalah tokoh yang hebat dan menunjukkan superoritasnya dibandingkan jemaat biasa tetapi Tuhan Yesus malah mati di salib, Kematian di salib sebagai kematian orang terkutuk yang di hukum Allah (Galatia 3:13).

Bagi orang Yunani sengsara dan kematian Tuhan Yesus di salib adalah kebodohan sebab bagi mereka tidak mungkin salib yang merupakan hukuman memalukan dapat mengungkapkan hikmat Allah yang agung dan mulia. Kemuliaan dan keagungan hikmat harus diungkapkan dengan cara yang elegan dan indah sedangkan salib itu tanda memalukan dan buruk.

Sobatku… tetapi bagi orang percaya, bahwa setiap orang percaya yang menyerahkan segenap hidupnya kepada Tuhan dan menuruti kehendak Bapa, maka kematian di salib adalah keagungan Allah, kekuatan dan hikmat Allah (1 Korintus 1:24).

Sengsara dan kematian Tuhan Yesus merupakan pertaruhan Allah bagi manusia guna menyelamatkannya.

Sobatku, Bila Tuhan Yesus mempertaruhkan segalanya bahkan hidup-Nya sendiri bagi keselamatan manusia, maka kita yang ditebus-Nya juga seharusnya mempertaruhkan segenap hidup kita hanya bagi-Nya S E B A B hidup kita bukan milik kita lagi, melainkan milik Tuhan Yesus (Roma 14:8; 1 Korintus 6: 19-20)

Sobatku… oleh karena itu, bila ada orang Kristen yang masih hidup seenaknya dalam dosa, hidup hanya untuk kepentingan dirinya dan keluarganya semata, hidup dalam kenikmatan dunia, apalagi hidup yang melupakan Allah, maka mereka dapat dikatakan adalah sebagai pemberontak dan penghina Sang Penebus (Ibrani 10:28-29), merekalah orang yang mendukakan Roh Kudus (Efesus 4:30) dan akhir dari hidup mereka adalah kebinasaan kekal (Galatia 6:8)

Marilah… dengan Kesadaran ini mendorong kita untuk semakin mencintai Tuhan dan berjuang untuk berkenan kepada Bapa adalah satu satunya cara untuk membalas apa yang Tuhan Yesus sudah lakukan bagi kita adalah melakukan kehendak Bapa di Sorga secara total dan setia. yaitu mengasihi Allah dgn segenap hati dan jiwa, maka kita dpt mengasihi sesama kita,.

 Renungkanlah… !

Selamat Berkarya bagi Yesus dan jadilah Berkat bagi semua orang,.
…Tuhan Yesus Berkati…

Dukung & Doakan VG Emaus Bermazmur, Vol.2, PEDULI KOROWAI. (ISTIMEWA)

*Dukung & Doakan VG Emaus Bermazmur, Vol.2, PEDULI KOROWAI*
Telah di edarkan pada Jemaat2 GKI :
1. Klasis Port Numbay
2. Klasis Sentani
3. Klasis Manokwari
4. Klasis Yapen Seĺatan,

 

 

Semua dukungan jemaat & bapak/ibu/Sdr/i dengan doa & membeli DVD Emaus Bermazmur akan sangat berarti utk membantu penerjemahan Alkitab dari Bahasa Indonesia, ke bahasa Suku Koròwai & Korowai Batu, di Kabupaten MAPI, yang rindu membaca Alkitab dengan Bahasa Mereka sendiri,. Tuhan Yesus memberkati,.

Executìve Pròducer,  Anthonius Ayorbaba,.
🙏🙏🙏👏👏👏