Hari Pertama KTT APEC 2018, Presiden Jokowi Hadiri Sejumlah Kegiatan

100
Selepas melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Kepulauan Solomon Rick Houenipwela, Presiden Joko Widodo melanjutkan kegiatan kunjungan kerjanya dengan menuju APEC Haus untuk menghadiri sejumlah kegiatan dalam rangkaian KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) pada Sabtu, 17 November 2018. Tampak Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana, saat disambut tarian adat PNG saat tiba di bandara negara tersebut. (Foto Biro Pers Setpres)

PORT MORESBY (LINTAS PAPUA)  –  Selepas melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Kepulauan Solomon Rick Houenipwela, Presiden Joko Widodo melanjutkan kegiatan kunjungan kerjanya dengan menuju APEC Haus untuk menghadiri sejumlah kegiatan dalam rangkaian KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) pada Sabtu, 17 November 2018.

 

Tiba di APEC Haus sekira pukul 15.30 WS, Presiden disambut oleh PM Papua Nugini Peter O’Neill. Setelah bersalaman dan berfoto, Presiden kemudian didampingi Menteri Pertanahan dan Tata Ruang (Menteri APEC) Justin Tkatchenko menuju ruang di mana para kepala negara/kepala pemerintahan berkumpul.

 

Setelah itu Presiden beserta para kepala negara/kepala pemerintahan APEC berfoto bersama. Mereka juga tampak melambaikan tangan kepada para jurnalis yang mengabadikan momen ini.

 

Setelah sesi foto bersama, Presiden kemudian menuju ABAC Meeting Room untuk menghadiri presentasi APEC Business Advisory Council (ABAC) kepada para kepala negara/kepala pemerintahan APEC. Acara kemudian langsung dirangkaikan dengan breakout session di mana para pemimpin negara berdiskusi di beberapa ruang kecil yang berbeda.

 

Selama pertemuan yang berlangsung sekira satu jam tersebut, para delegasi yang mendampingi Presiden turut menyaksikan dari viewing room. Adapun para delegasi tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Duta Besar Indonesia untuk Papua Nugini Ronald J.P. Manik, Kepala Protokol Negara Andri Hadi, Direktur Jenderal Asia-Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Desra Percaya, dan Staf Khusus Presiden Adita Irawati. (Biro  Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden )