Renungan Pagi : SESUAI KEHENDAK TUHAN

393
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah, Anthonius M. Ayorbaba, saat foto bersama pimpinan Brimob Wakapolda Kalimantan Tengah, Brigjen Polisi Rikwanto, usai Upacara HUT Brimob, Rabu (14/11/2018 kemarin. (Foto Pribadi)

Oleh : Anthonius Ayorbaba

“Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertumbuh teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur”
…KOLOSE 2: 6-7…

*SESUAI KEHENDAK TUHAN*

Sobatku,sebuah pensil jika berada di tangan seorang yg jahat, so pasti akan dipergunakan untuk menuliskan segala rancangan jahatnya. Namun, jika pensil tersebut berada di tangan seseorang yang baik, sudah tentu pensil itu akan dipergunakan untuk menuliskan segala rancangan yang baik!

Demikian pula halnya jika pensil itu berada di tangan TUHAN, maka pastilah dipergunakan utk menuliskan segala yang TUHAN kehendaki!

Kita adalah seperti “PENSIL” di tangan TUHAN. Sebelum kita dipakai-Nya, terlebih dulu Ia akan merautnya agar menjadi runcing dan kemudian Ia menuliskan tentang apa saja menurut apa yang Ia kehendaki dengan pensil itu.

Jika pensil itu tumpul, maka TUHAN akan kembali merautnya dan kemudian memakainya kembali.

Sobatku, ada kalanya pensil itu patah krn ditekan terlalu keras ketika tengah dipergunakan, namun TUHAN tdk membuang pensil itu, tetapi kembali Ia akan merautnya.

Seperti itulah hidup kita di tangan TUHAN, Ia memelihara hidup kita semua dgn sempurna dan memakai kita menjadi alat menurut apa yang Ia kehendaki.

Dan TUHAN selalu memperhatikan keadaan kita. Ketika kita lemah krn iman yg tumpul, maka TUHAN dgn kemurahan-Nya akan merautnya, agar kembali runcing dan dapat dipergunakan kembali dengan  sempurna.

Begitu pula, ketika beban hidup kita terasa terlalu berat,  sehingga kita menjadi putus asa dan iman kita’pun menjadi patah, TUHAN pun dgn belas kasih, rahmat dan kesetiaan-Nya akan meraut kita, sehingga kita dapat kembali berguna di tangan TUHAN.

Sobatku, yang harus kita cermati dalam renungan pagi ini adalah, ketika TUHAN meraut, maka sudah pasti akan ada bagian yang harus terbuang dari pensil itu, yakni kayu keras yang membungkus pinsil tersebut.

Seperti itulah juga dengan kita, ketika TUHAN hendak memakai kita, maka terlebih dahulu Ia akan membuang bagian yang keras dari kehidupan kita.

Nah, persoalannya adalah tidak jarang orang, bahkan sering kita tidak mau menuruti kehendak-Nya untuk meraut hidup kita, yang pada akhirnya menjadikan kita tidak layak untuk menjadi alat TUHAN dan menorehkan segala kebaikan-Nya melalui kehidupan kita.

Jika kita mau atau bersedia utk menjadi alat di tangan TUHAN, maka tidak ada pilihan yang lebih baik bagi kita selain kita harus menerima-Nya secara utuh dan kita hidup tetap di dalam Dia, sebagaimana yang tertulis dalam nast kita pagi ini, Kolose 3: 6-7.

Seperti itulah kepenuhan hidup orang – orang yang telah menerima Kristus Yesus di dlm hidupnya, berakar, dibangun dan bertumbuh di dalam iman kepada Dia.

Maka jadilah kita seperti pinsil di tangan TUHAN, yang selalu siap sedia utk dipakai-Nya sebagai alat menuliskan kasih setia-Nya!

Menjadi Pensil di tangan TUHAN, haruslah kita siap untuk diraut, dibentuk sesuai dengan kehendak-Nya!

Renungkanlah… !

Selamat Berkarya bagi Yesus dan jadilah Berkat bagi org lain.
…Tuhan Yesus Berkati…


*Dukung & Doakan VG Emaus Bermazmur, Vol.2, PEDULI KOROWAI*
Telah di edarkan pada Jemaat2 GKI :
1. Klasis Port Numbay
2. Klasis Sentani
3. Klasis Manokwari
4. Klasis Yapen Seĺatan,
Semua dukungan jemaat akan sangat berarti utk membantu penerjemahan Alkitab dari Bahasa Indonesia, ke bahasa Koròwai & Korowai Batu ;

Tuhan Yesus memberkati,.

Executìve Pròducer,  Anthonius Ayorbaba.
🙏🙏🙏👏👏👏