Presiden Jokowi Dukung Gubernur Papua Kerjasama dengan Negara Tetangga PNG

745
Gubernur Papua saat menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo di Bandara Mopah Merauke, kedatangan ini terkait peresmian Kapsul Waktu. (Foto Istimewa)

MERAUKE (LINTAS PAPUA) – Presdien Joko Widodo mendukung penuh kerjasama yang sudah dibangun Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH dengan Pemerintah Negara Tetangga Papua New Guinea (PNG).

Menurut presiden, membangun kerjasama bukan tugas pemerintah pusat sendiri, tetapi menjadi tanggungjawan bersama mulai dari pusat hingga daerah.

“Membangun kerjasama tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah pusat, kita bagi tugas, ada porsi provinsi dan kabupaten/kota, tidak ada bekerja sendiri-sendiri,” ungkap Presiden Jokowi kepada pers di Merauke usai meresmikan Monumen Kapsul Waktu.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mendorong Pemerintah Provinsi Papua dan Kabupaten Merauke untuk bisa mengekspor beras di negara tetangga (PNG).

“Pertanian di Kabupaten Merauke terus meningkat, kalau hasil panennya banyak, bisa diekspor ke PNG,” terangnya.

Presiden Jokowi mengatakan, dari laporan Gubernur Papua bahwa Bupati Merauke sudah mengekspor sebanyak 50 ton beras ke PNG.

“Harga beras kita sudah bisa kompetitif dan bersaing dengan negara lain. Kami mendorong agar pertanian di merauke terus meningkat dan menjadi lumpung pangan nasional,” bebernya.

Hanya saja, katanya, untuk terus mendukung Merauke sebagai lumbung pangan nasional, diperlukan investasi yang besar.

Selain itu, alat-alat mekanisasi pertanian yang baik, pengolahan tanah, karena tanah di Merauke masih alam dan memerlukan perbaikan sehingga bisa tanam padi dan menghasilkan hasil yang baik.

Diketahui, Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, SIP, MH dan Gubernur Provinsi Madang di Papua New Guinea (PNG), Peter Yama secara resmi menandatangani MoU kerjasama provinsi bersaudara, Minggu (21/10/2018).

Isi dari kerjasama itu, dimana Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Provinsi Madang berkeinginan untuk mendorong hubungan kemitraan dan kerjasama yang baik antara kedua pihak.

Kemudian kedua provinsi mengakui pentingnya kesetaraan dan saling menguntungkan bagi kedua provinsi.

Selain itu, menyatakan kehendak untuk menjalin kerjasama persaudaraan.

Selanjutnya sesuai dengan hukum dan peraturan di masing-masing pihak dalam bidang perindustrian dan perdagangan, pariwisata dan sosial budaya, infrastruktur, perhubungan, pendidikan dan pelatihan, kesehatan, pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, karantina, pertambangan, search and Rescue dan bidang-bidang lainnya yang disepakati para pihak.

Kedua belah pihak setuju bahwa pernyataan kehendak ini merupakan langkah awal untuk membentuk suatu kerjasama yang formal dengan menandatangani MoU saling pengertian tentang kerjasama provinsi bersaudara antara Pemprov Papua dan Pemprov Madang. (Berti Pahabol / lintaspapua.com )