Pemkot Jayapura Ajak Masyarakat Bijak Dalam Menggunakan Media

89
Walikota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano. MM., dalam sambutannya yang di sampaikan Sekda Kota Jayapura, Everd Meraudje, menuturkan, bahwa Kota Jayapura merupakan barometernya indonesia, mengingat semua Suku Bangsa dari sabang sampai merauke hidup di sini, sehingga masyarakat perlu bijak dalam menggunakan media. Tampak Sekda Kota Jayapura saat menyampaikan sambutannya. (Ardiles / lintaspapua.com )

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Jayapura dalam melaksanakan kegiatan Forum dialog di Aula Sian Soor Kantor Walikota Jayapura, Kamis 15 November 2018.

 

Kegiatan yang bertemakan merawat kebhinekaan melalui litersi media bertujuan guna menyikapi perkembangan dunia kedepan dilaksanakan Kominfo melalui direktorat jenderal informasi dan komunikasi publik.

 

Tenaga ahli kementrian kominfo Freddy. H. Tulung dalam menyampaikan sambutannya sekaligus membuka kegiatan Forum mengatakan, saat ini media memainkan peran yang sangat signifikan dalam perkembangan dunia bahkan menembus keterbatas- keterbatasan dimensi ruang dan waktu.

“Hadir dimana saja, kapan saja dan menghadapi siapa saja siap atau tidak siap,” ucap Ferddy.

 

Kebhinekaan lanjut freddy, yang menjadi patokan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ada empat yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan bhineka tunggal ika.

 

“Kalo kita bisa merawat kebhinekaan dengan baik maka akan menajdi suatu kegiatan sebaliknya jika kita lengah makan akan menjadi menghancurkan persatuan kita”,tegasnya.

 

Pihaknya berharap melalui forum dialog ini dapat memberikan pencerahan, terutama bagi mahasiswa, pelajar dan kaum ibu serta yang hadir saat ini.

 

“Supaya dalam mengahadapi perubahan kedepan yang sangat signifikan kita dapat persiapkan diri dengan baik dan benar,” ujarny Freddy.

 

 

 

Walikota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano. MM., dalam sambutannya yang di sampaikan Sekda Kota Jayapura,  Everd Meraudje, menuturkan, bahwa Kota Jayapura merupakan barometernya indonesia, mengingat semua Suku Bangsa dari sabang sampai merauke hidup di sini.

 

Disampaikan, bahwa Literasi media merupakan kemampuan membaca dan menulis serta memberitakan berita tentang sesuatu.

 

“Dalam proses demokratisasi di indonesia publik di tempatkan sebagai pemilik dan pengendali utama dengan demikian media harus menjalankan fungsi pelayanan publik yang sehat,” lanjut Walikota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano. MM., melalui sekda Kota Jayapura everd meraudje.

 

“Dalam undang-undang nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, harus bebas dari berbagai kepentingan dan dengan semangat untuk menguatkan entitas lokal,” jelasnya.

 

Pihaknya meminta, bagi kaum pelajar dan mahasiswa bijak dalam menggunakan media, karena melalui media yang begitu mudah dan bebasnya mengakses berita di media sehingga menimbulkan berita hoax sampai berpau pornogfrafi.

 

“Untuk itu media tidak hanya jadi pnyeimbang dalam memberitakan berbagai hal tentang pemerintah, melainkan memberikan opini tentang pembangunan pemerintah,” pungkasnya.

 

Harapnya melalui kegiatan dialog ini agar peserta dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh.

 

“Bila belum memahami, untuk tidak segan bertanya kepada narasumber mengenai hal-hal yang belum dipahami,” tutpnya.

 

Forum dialog menghadirkan tiga narasumber, Direktur pengelolaan media dirjen IKP Kominfo pusat Siti Meiningsih diwakili Freddy. H. Tulung, Walikota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano. MM., diwakili Plh Sekda Kota Jayapura,  Everd Meraudje,dan  ketua FKUB Kota jayapura, Wellem Itaar.  (Ardiles/ lintaspapua.com )