Asisten III Timothius  Demetouw, Buka Sosialisasi Perpustakaan Digital

0
693

 

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Jayapura menggelar kegiatan Sosialisasi Perpustakaan Digital (E-Library), di Hotel HoreX Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (15/11/2018) kemarin pagi.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, Timothius J. Demetouw, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus yang mewakili Kepala Perpustakaan Nasional RI yakni, Sukoyo, S.Sos, M.Si.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, DR. Timotius J. Demetouw, SE, M (Irfan/HPP)

Juga dihadiri Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca pada Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI Drs. Deni Kurniadi, M.Hum, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Darerah Provinsi Papua, Hans Hamadi, Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Jayapura Ted Jones Mokay, Sekretaris Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Jayapura, Musta’in, S.Sos, M.M dan Ketua Panitia Pelaksana Sosialisasi Perpustakaan Digital Rusman Kadir.

Kegiatan ini akan diadakan selama 2 hari dari tanggal 15 – 16 November 2018 bertempat di Hotel HoreX Sentani, Sosialisasi perpustakaan digital atau E-Library ini bertujuan untuk menggali potensi minat baca bagi para pelajar di setiap sekolah dan masyarakat yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura.

“Juga untuk meningkatkan koordinasi kerja antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dengan sekolah-sekolah dan pengelola perpustakaan kampung di daerah ini serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap teknologi dalam penggunaan perpustakaan digital,” ungkap Rusman Kadir selaku Ketua Panitia Pelaksana Sosialisasi dalam laporannya.

Kata Rusman Kadir, para peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi Perpustakaan Digital ini berjumlah 100 orang.  “Yang terdiri dari siswa siswi SMA/SMK sebanyak 14 orang, pelajar SMP sebanyak 36 orang, murid SD sebanyak 30 orang, mahasiswa sebanyak 10 orang dan perpustakaan kampung atau taman baca masyarakat sebanyak 10 orang,” sambung Rusman Kadir.

Sementara itu, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, Timothius J. Demetouw mengatakan perpustakaan digital perlu dikembangkan dan dilaksanakan secara terus menerus untuk menyatukan persepsi seluruh stokeholder.

“Guna meningkatkan dan membangkitkan minat baca anak didik dan masyarakat. MKa itu, pemerintah Kabupaten Jayapura berkewajiban menjawab kebutuhan masyarakat untuk memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan melalui layanan perpustakaan digital,” jelasnya.

Dirinya juga mengatakan Dinas Perpustakaan sebagai Perangkat Daerah (PD) yang merupakan salah satu wahana information resourch, knowledge resourch yang keberadaannya di harapkan mampu membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Yakni semua kegiatan yang dilakukan selalu mengandung unsur nilai pembelajaran, pengembangan Iptek, budaya maupun penunjang kajian dan penelitian,” ucapnya.

Sebagai based of learning, lanjutnya, keberadaan perpustakaan senantiasa diharapkan untuk dapat memenuhi harapan pemustaka dan masyarakat dalam memperoleh informasi atau data yang dibutuhkan.

“Ketersediaan informasi semakin dituntut sejalan dengan keinginan masyarakat yang membutuhkannya. Kebutuhan masyarakat pelajar dan masyarakat umumnya akan informasi yang cepat, akurat, tepat, mudah, murah dan spesifik. Inilah yang harus disikapi oleh para pustakawan maupun pengelola perpustakaan. Sikap yang harus ditunjukkan adalah dengan menyediakan kebutuhan masyarakat sesuai dengan keinginannya,” ujarnya.

“Oleh karena itu, marilah kita tingkatkan pemanfaatan perpustakaan digital, untuk membudayakan membaca yang di awali dari lingkungan keluarga, mulai orang tua, anak-anak dan saudara kita. Karena keluarga adalah lingkup yang paling strategis untuk memunculkan generasi yang cerdas, berwawasan luas, mampu bergaul di dunia modern yang terus bergerak dengan cepat,” ajaknya.

Menurutnya, pendidikan dalam keluarga akan lebih efektif E menciptakan anak bangsa yang cerdas, untuk membangun masyarakat yang utuh. Namun semua pihak harus berusaha semaksimal mungkin.

“Kerjasama antara guru, orang tua, aparat pemerintah dalam hal ini pengelola perpustakaan digital yang terkait serta membuat kegiatan yang rekreatif dan edukatif, dengan harapan dapat meningkatkan dan juga membangun minat baca masyarakat khususnya generasi muda kita,” tuturnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here