USAID Amerika Serikat Buka Indonesia Civil Society Forum 2018

148
Melalui USAID, Pemerintah Amerika Serikat bangga dapat berkontribusi terhadap ICSF 2018 dan lebih luas lagi untuk demokrasi Indonesia yang lebih kuat. “Kami menegaskan dan mendukung peran penting organisasi masyarakat sipil dalam proses ini, terutama di tingkat daerah, dimana begitu banyak interaksi kunci antara pemerintah dan warga negara terjadi,” demikian kata Direktur USAID/Indonesia Erin E. McKee. (Foto / Istimewa)

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  – Hari ini Pemerintah Amerika Serikat melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) beserta para mitra pembangunan internasional membuka Indonesia Civil Society Forum 2018 (ICSF 2018).

Sebagai wahana pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat keterampilan dan keberlanjutan organisasi masyarakat sipil (OMS), ICSF 2018 akan memperkuat kemampuan OMS untuk membantu Indonesia mencapai tujuan pembangunannya.

“Jaringan OMS yang terampil, strategis dan berkelanjutan merupakan bagian integral untuk memajukan pembangunan Indonesia dan juga tulang punggung demokrasi yang dinamis.

Melalui USAID, Pemerintah Amerika Serikat bangga dapat berkontribusi terhadap ICSF 2018 dan lebih luas lagi untuk demokrasi Indonesia yang lebih kuat. Kami menegaskan dan mendukung peran penting organisasi masyarakat sipil dalam proses ini, terutama di tingkat daerah, dimana begitu banyak interaksi kunci antara pemerintah dan warga negara terjadi,” demikian kata Direktur USAID/Indonesia,  Erin E. McKee.

ICSF 2018 dirancang untuk meningkatkan efektivitas organisasi masyarakat sipil Indonesia, terutama di tingkat daerah untuk berkontribusi bagi Indonesia. Para peserta akan melakukan refleksi tentang berbagai isu kunci yang dihadapi OMS, 20 tahun setelah peristiwa bersejarah “Reformasi” tahun 1998.

Forum ini akan berfokus pada dua isu kunci yang berdampak pada kekuatan OMS Indonesia: kapasitas dan keberlanjutan. Topik diskusi spesifik termasuk:  ketergantungan OMS terhadap donor dan kesenjangan kapasitas/keterampilan, pendanaan berkelanjutan dan kemitraan strategis. Sekitar 250 peserta OMS lokal dan nasional, Pemerintah Indonesia dan mitra pembangunan internasional akan hadir.

Haru Tamtomo, Staff Ahli Bidang Penguatan Reformasi Birokrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa, “OMS turut berperan dalam mewujudkan pembangunan demokrasi di Indonesia yang akan membantu meningkatkan kesejahteraan bangsa, membangun sinergi antara OMS dan pemerintah untuk mendorong pembangunan di Indonesia.”

Rahimah Abdulrahim, Executive Director of the Habibie Institute menyatakan bahwa, “CSO Forum ini adalah kesempatan yang jarang terjadi bagi Organisasi Masyarakat Sipil (CSO), forum ini adalah kesempatan untuk membangun kerja sama yang erat antara CSO yang masih tumbuh dan CSO yang sudah lebih mapan”

 

ICSF 2018 merupakan salah satu dari inisiatif Kedutaan Besar AS yang dirancang untuk memajukan tata kelola pemerintahan yang demokratis di Indonesia, merefleksikan luasnya keterlibatan di bawah Kemitraan Strategis AS-Indonesia.

 

Forum ini merupakan upaya kerjasama dari lima mitra pembangunan internasional: USAID, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT), Global Affairs Canada, German Corporation for International Cooperation GmbH (GIZ), the Ford Foundation dan the Asia Foundation. Untuk informasi lebih terperinci tentang forum ini, kunjungi https://medium.com/@csoforumevent. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com )