Pekan Pendidikan Internasional di AS : Sambut Pelajar Negara Lain Datang ke Amerika

165
Dua Peserta dari Papua dan Kalimantan Berkesempatan dalam program Internaional Visitor Leadership Program di Amerika, tampak di depan kediaman mantan Presiden Amerika, Jhon F. Kennedy., di Negara Bagian Boston, AmerikA Serikat, pada September 2018 lalu. (ISTIMEWA)

WASHINGTON, DC (LINTAS PAPUA)  – Pada 12-16 November 2018, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) dan Departemen Pendidikan AS merayakan Pekan Pendidikan Internasional (International Education Week / IEW) dengan mendorong warga Amerika untuk mencari peluang belajar di luar negeri dan menyambut pelajar internasional yang belajar di Amerika Serikat.

 

Pendidikan internasional membuat Amerika Serikat lebih kuat, mampu menjalin hubungan erat dengan rekan-rekan dari negara lain, mendatangkan manfaat bagi komunitas setempat, dan membangkitkan pengetahuan untuk memecahkan masalah bersama.

Caption foto : Suasana di kediaman Mantan Presiden Amerika Serikat, Jhon F. Kennedy, yang menjadi museum sejarah dan banyak warga yang datang untuk belajar disini di Kota Boston. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com )

Melalui IEW, acara-acara di sekolah dan universitas di seluruh Amerika Serikat dan dunia akan menyoroti keutamaan pendidikan internasional dalam mendorong pertumbuhan keamanan dan ekonomi, serta menggarisbawahi alasan kenapa harus ada lebih banyak lagi murid yang memiliki akses ke pendidikan internasional.

Untuk mengawali IEW, Deplu AS, bekerja sama dengan Institute of International Education, merilis Open Doors, sebuah laporan berisi data dan tren dalam pergerakan akademik internasional. Selama tiga tahun berturut-turut, ada lebih dari satu juta pelajar internasional yang belajar di institusi pendidikan tinggi di AS pada tahun akademik 2017/18, sebuah peningkatan 1,5 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah pelajar Amerika yang belajar di luar negeri juga bertambah sebesar 2,3 persen dari sebelumnya, menjadi 332.727 orang.

 

Pelajar internasional memberikan dampak positif bagi komunitas Amerika, memperkaya ruang-ruang kelas di AS dengan cara pandang baru, berkontribusi sebesar lebih dari 42 miliar dolar AS terhadap perekonomian AS, dan mendukung lebih dari 450.000 pekerjaan di AS pada tahun lalu.

Caption foto : Suasana Kampus Harvard University di Kota Boston. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com )

Deplu AS senantiasa memperluas partisipasi program pertukaran yang disponsori AS, termasuk Fulbright Program, Critical Language Scholarship Program, dan Gilman Program.

“Jaringan global pusat konsultasi EducationUSA kami membantu calon pelajar dari seluruh dunia menemukan college atau universitas AS yang paling sesuai dengan minat mereka. Selain itu, Deplu AS akan mengadakan serangkaian acara “Paspor Menuju Dunia” (“Passport to the World”) selama bulan November untuk mendorong warga negara AS membuat paspor. (Eveeerth Joumilena / lintaspapua.com )