DKP Kab. Jayapura Panen Perdana Ikan Lele Sistem Bioflok di Komba

104
Selain melakukan sosialisasi dan temu lapang, juga dilaksanakan panen perdana ikan lele system bioflok di Kelompok Budidaya Ikan Lele Komba Jaya, Kampung Komba, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Jayapura melakukan kegiatan Sosialisasi dan Temu Lapang Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok di Kampung Komba, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (13/11/2018) kemarin pagi.

 

Selain melakukan sosialisasi dan temu lapang, juga dilaksanakan panen perdana ikan lele system bioflok di Kelompok Budidaya Ikan Lele Komba Jaya, Kampung Komba, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Jayapura, Ir. Rudi A. Saragih mengatakan system bioflok ini dalam rangka efisien dalam budidaya ikan lele serta meningkatkan hasil dan mempersingkat waktu panen.

 

“Ya, hari ini (kemarin) dilaksanakan sosialisasi dan temu lapang budidaya ikan lele system bioflok. Nah, kalau di Kabupaten Jayapura untuk system bioflok ini merupakan tahun kedua. Karena sistem bioflok ini sudah dilakukan di Kabupaten Jayapura sejak tahun 2017 lalu di Kelompok Onomi,” kata Ir. Rudi A. Saragih kepada wartawan harian ini saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (13/11/2018) siang.

 

Ia menjelaskan, budidaya ikan lele system bioflok ini merupakan pengembangan budidaya ikan yang dilakukan dengan memanfaatkan mikroorganisme atau limbah lele itu sendiri. Dalam prosesnya, jelas Rudi Saragih, dilakukan dengan cara mengolah limbah hasil budidaya agar menjadi flok-flok atau gumpalan yang kecil sebagai makanan ikan secara alami.

 

“Jadi, kegiatan sosialisasi dan temu lapang tadi (kemarin) itu dilaksanakan secara bersamaan antara kelompok budidaya ikan lele Komba Jaya dengn kelompok budidaya ikan lele dari Kabupaten Merauke,” paparnya.

 

Panen perdana tersebut dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Jayapura, Ir. Rudi A. Saragih, juga dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Budidaya pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua dan perwakilan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi serta perwakilan Kepala Distrik Sentani.

 

Dalam kesempatan tersebut, Rudi Saragih juga mengharapkan, dengan adanya budidaya bioflok ini dapat meningkatkan produksi perikanan budidaya dan menumbuhkan kawasan sentra-sentra budidaya, sehingga meningkatkan taraf hidup masyarakat. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)