*Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya.Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.
…YEHEZKIEL 18:27-28…

Oleh : Anthonius Ayorbaba.

Sobatku, setiap manusia akan mempertanggungkan tentang dirinya sendiri kepada Allah. Banyak orang meyakini bahwa dosa orang tua turun pada anak, kesalahan adalah sesuatu yang diwariskan atau disebut juga kutuk turunan. Pandangan ini juga cukup kuat dalam Taurat, dalam pola pikir orang percaya jaman sekarangpun juga mempunyai pemahaman seperti ini.

Nabi Yehezkiel mencatat menolak hal ini, baginya sindiran “ayah-ayah makan buah mentah, gigi anak-anak menjadi ngilu” (ayat 2) itu salah. Bila orang berbuat dosa, ia sendiri yang akan menanggung akibatnya.

Oleh karena itu Aku akan menghukum kamu masing-masing menurut tindakannya, kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu dalam kesalahan. (ayat 30).

Sobatku, anak tak lagi menanggung dosa orang tuanya. Karena dosa adalah urusan pribadi, bukan warisan, ini pandangan yang cukup radikal pada masanya.

Alasannya semua jiwa Aku punya, maksudnya hidup ayah maupun anak ditentukan oleh Tuhan. Hidup anak adalah urusan sang anak dengan Tuhan dan bukan sebagai konsekuensi dosa orangtua.

Setiap orang berdosa harus menyadari bagiannya dan berpaling dari dosanya. Bagi nabi Yehezkiel masalah hukuman adalah masalah pribadi, demikian pula dengan hal hidup, jangan merasa hidup di bawah karma orang tua.

Sobatku, hidup kita dicapai melalui pertobatan dan peralihan diri seutuhnya kepada Tuhan. Siapa yang beralih dari kutuk karma ke kasih Karunia Tuhan Yesus akan mengalami kehidupan, karena hidup seseorang adalah pergumulan orang itu sendiri dengan Tuhan.

Bila seseorang ingin hidup, ia perlu mengarahkan hidupnya sendiri pada Tuhan. Tak bisa ia mengandalkan jerih payah iman orang lain, karena hidup adalah soal kesungguhan pribadi kita dalam beralih kepada Tuhan.

HIDUP TIDAK DITENTUKAN OLEH DOSA ATAU KESALEHAN ORANG LAIN, MELAINKAN OLEH HUBUNGAN KITA DENGAN TUHAN.

Apa yang kita tabur, maka kita akan menuainya. Artinya setiap tindakan dan perbuatan; entah itu baik atau entah itu jahat, maka kita akan mempertanggung jawabkan itu dihadapan Takhta Pengadilan Kristus, supaya kita memperoleh apa yang patut kita terima, sesuai dengan apa yang kita lakukan dalam kehidupan kita. (2 Kor 5:10)

Sudahkah kita HIDUP BERKENAN di Hadapan Tuhan?
Ingat…! Setiap Perbuatan yang kita lakukan dalam hidup ini, akan kita pertanggung jawabkan suatu kelak nanti di hadapan Tuhan.

Renungkanlah….!

Selamat Berkarya bagi Yesus dan jadilah Berkat bagi org lain.
…Tuhan Yesus Berkati…

*Dukung & Doakan VG Emaus Bermazmur, Vol.2, PEDULI KOROWAI*
Telah di edarkan pada Jemaat2 GKI :
1. Klasis Port Numbay
2. Klasis Sentani
3. Klasis Manokwari
4. Klasis Yapen Seĺatan,
Semua dukungan jemaat akan sangat berarti utk membantu penerjemahan Alkitab dari Bahasa Indonesia, ke bahasa Koròwai & Korowai Batu;
Tuhan Yesus memberkati,.

Executìve Pròducer,  Anthonius Ayorbaba,.
🙏🙏🙏👏👏👏

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here