Vice President Corporate Communication Freeport Indonesia, Riza Pratama. (Erwin /HPP)

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  – Vice President Corporate Communication PTFI, Riza Pratama, mengonfirmasi dukungan PTFI terhadap Pemerintah Provinsi Papua, terlebih khusus dalam penyelenggaran PON Papua yang segera dilaksanakan pada 2020 nanti.

Hal ini disampaikan usai pertemuan  Pemerintah Provinsi Papua yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Papua Hery Dosinaen, SIP., MKP., melakukan pertemuan dengan PT. Freeport Indonesia (PTFI), di Pullman Hotel Jakarta, Senin (12/11) malam kemarin.

Caption foto : Suasana Pertemuan dengan Pemerintah Provinsi bersama PT. Freeport Indonesia. (ISTIMEWA)

“Kita selalu mendukung Pemprov Papua terutama untuk PON Papua. Persiapan kami ialah kami sudah siapkan satu venue yang besar buat atletik, basket, dan cabor atletik lainnya,” jelas Riza Pratama.

 

Demikian, kedepannya, PT . Freeport Indonesia bersama Pemprov Papua akan memetakan lebih detail lagi kontribusi PTFI terhadap PON Papua.

“Soal limit waktu pemetaan, kita akan sama-sama dengan Sekda dan timnya untuk duduk bersama membahas lebih jauh dan mendetail kelanjutan kedepannya. Namun, satu hal mendasar ialah, PTFI sendiri berkomitmen menyukseskan PON Papua, di mana satu venue besar yang dibangun di Mimika menjadi bukti konkret dari pada komitmen PTFI menyukseskan PON Papua,” pungkasnya.

Arena Mimika Sport Complex di Kota Timika. (ISTIMEWA)

Sekilas Mimika Sport Complex (MSC)

KABUPATEN Mimika, Papua,  memiliki sebuah kompleks olahraga dan stadion bertaraf internasional. Komples olahraga yang diberi nama Mimika Sport Complex (MSC) berada di pusat Kota Mimika.

Kompleks olahraga itu dibangun PT Freeport Indonesia sebagai bagian dari dukungan perusahaan terhadap pengembangan dunia olahraga, khususnya di Kabupaten Mimika, bersama dengan pemerintah daerah.

Secara khusus, pembangunan MSC ini adalah bentuk dukungan Freeport terhadap rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada 2020 di Papua.

Pembangunan MSC dimulai sejak 2013 di atas lahan seluas 12,5 hektare milik Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika.

Sebagaimana dikutip dari mediaindonesia.com yang mengambil dari dokumen PT. Freeport Indonesia, menjelaskan, bahwa sarana olahraga MSC akan memiliki stadion tertutup (indoor stadium), stadion terbuka (Tribun Barat & Tribun Timur), asrama atlet, dan bangunan penunjang lainnya.

Stadion tertutup diperuntukkan sebagai arena bagi cabang olahraga bulu tangkis, bola basket, dan bola voli. Stadion itu dirancang agar dapat menampung 5.500 penonton, termasuk 75 penonton VIP, serta dilengkapi dengan area pertokoan dan perkantoran di dalamnya.

Mimika Sport Complex (MSC) berada di pusat Kota Mimika. Kompleks olahraga itu dibangun PT Freeport Indonesia sebagai bagian dari dukungan perusahaan terhadap pengembangan dunia olahraga, khususnya di Kabupaten Mimika, bersama dengan pemerintah daerah. Secara khusus, pembangunan MSC ini adalah bentuk dukungan Freeport terhadap rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada 2020 di Papua. (Dokumen PT. Freeport Indonesia)

Sementara stadion terbuka akan dilengkapi dengan jalur lari jarak pendek dan menengah berstandar internasional serta beberapa cabang atletik lainnya seperti lempar lembing, tolak peluru, dan lompat jauh.

Stadion terbuka dengan dua tribun utama di bagian Barat berkapasitas 2.200 penonton dan bagian Timur berkapasitas 1.300 penonton.

Dua asrama atlet di dalam MSC masing-masing mampu menampung 50 atlet dan 7 pelatih di setiap asramanya. Asrama itu juga dilengkapi dengan fasilitas rekreasi (fitness/gym) yang terdapat di dalam asrama penunjang (support dormitory).

Pembangunan sarana olahraga Mimika Sport Complex ini dilaksanakan dengan menggandeng tiga perusahaan kontraktor ternama dan terbaik di Indonesia, serta dilakukan di bawah pengawasan langsung konsultan dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

MSC dibangun atas permintaan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika kepada Freeport untuk membangun fasilitas olahraga yang memadai bagi penduduk setempat dan masyarakat Papua pada umumnya.

Desain MSC juga disesuaikan dengan budaya setempat dan pernah dipublikasikan oleh majalah Asian Architectural. Dukungan Freeport berupa komitmen dalam bentuk bangunan dan fasilitasnya sebesar US$ 33 juta. ( Berti Pahabol / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here