Bupati Willem Wandik : Harga Barang Tertinggi di Kab. Puncak, Awal 2019 Siap Diturunkan

0
1102
Bupati Puncak, Willem Wandik SE, M.Si, (Diskominfo Puncak)

ILAGA (LINTAS PAPAU)  – Bupati Puncak, Willem Wandik SE, M.Si, bertekad akan menurungkan harga barang dan jasa yang sampai saat ini masih menjadi persoalan di Ilaga, karena terbilang cukup tinggi di Indonesia, harga baru yang lebih rendah dari harga saat ini, akan ditetapkan diawal tahun 2019, mendatang.

Demikian hal tersebut disampaikan Bupati Puncak, Willem Wandik , saat menyampaikan visi dan misinya periode 2018-2023 di Aula Negelar,Kabupaten Puncak, Senin (12/11/2018).

“Harga barang dan jasa yang selama ini kita gunakan adalah harga awal pembentukan Kabupaten ini, waktu semua masih serba susah, tapi sekarang kan Kabupaten sudah berubah, semua serba ada, pesawat banyak dalam satu hari saja bisa 30 pesawat, jadi kita akan turungkan harga awal tahun 2019, siapa yang tidak ikut harga yang saya tetapkan, pulang dari Puncak saja,”tegasnya.

Bupati Puncak, Willem Wandik, SE, M.Si, saat bersama masyarakat di Lapangan Trikora Kabupaten Puncak (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com)

Katanya, untuk menurungkan harga, pihaknya akan memerintahkan instansi teknis untuk melakukan survey harga, terutama harga sembilang bahan pokok serta jasa transportasi, yang terbilang cukup mahal,khusus untuk carteran pesawat yang selama ini mencapai 20-30 juta, sekali carter, ke depan akan dirubah, paling tinggi Rp.15 juta,jika perusahan penerbangan tidak indahkan,maka silahkan cari tempat lain.

“Beban APBD kita selalu diharga barang yang tinggi, sementara APBD tidak bertambah,kita bicara soal kondisi harga membuat APBD habis di angkotan, tapi Jakarta tidak dengar, malah APBD semakin tahun berkurang,pengaruhnya daya beli masyarakat berkurang karena barang dan jasa tinggi, sehingga langkah ini kita ambil untuk membantu masyarakat dan mengurangi beban kita di APBD, biar dana bisa dipakai untuk membiyai hal-hal dasar yang penting bagi rakyat,” tambahnya.

Terkait dengan visi dan misi dirinya dan wakil Bupati periode 2018-2023,Willem Wandik mengatakan, keduanya sudah bertekad di masa kepemimpinannya akan membawa perubahan bagi masyarakat Kabupaten Puncak, yang sehat,cerdas dan sejahtera, dengan misi meningkatkan ketersediaan infratruktur dasar,meningkatkan dan meningkatkan ketersediaan dan kualitas pelayanan dasar dan meningkatkan perekonomian dasar,hanya saja untuk periode ini, khusus untuk kegiatan fisik, keduanya akan lebih berkonsentrasi untuk penataan wajah ibu Kota Kabupaten di Ilaga dan Gome.

“Dua tahun 2019 dan 2020, kita akan focus tata kota ilaga ini, sebab ibu kota ini merupakan wajah dan harga diri kita Kabupaten Puncak, saya akn focus bangun fasilitas infratruktur kantor Bupati, Dinas dan lainnya di Gome, sebagai kota pemerintahan, sementara Ilaga akan menjadi kota jasa perekonomian,”ungkapnya.

Ilustrasi Anak – Anak Asli Papua Asal , Kabupaten Puncak, dalam kesempatan dilayani imunisasi.
(Eveerth Joumilena /HPP)

Sementara itu, Kepala unit Percepatan pembangunan Kabupaten Puncak, DR. Bambang Purwoko menambahkan,  bahwa untuk mencapai visi dan misi dari Bupati, maka komitmen dari Aparatur sipil Negara (ASN) di Kabupaten Puncak, sangat diperlukan, terutama komitmen untuk tinggal dan melayani masyarakat di tempat tugas.

“Visi dan Misi Bupat dan wakil Bupati ini, akan menjadi Visi dan Misi daerah, akan tertuang dalam dokumen RPJMD, yakni sehat,cerdas dan sejahtera, harapannya pada lima tahun periode kedua ini, namanya pelayanan publik dasar, pendidikan,kesehatan,perekonomian dan infatruktur,seperti jalan air bersih, perumahan, pendidikan,semua bisa tercapai, namun perlu saya tekankan bahwa komitmen kerja dari aparatur birokrasi,ikut menentukan tercapainya visi dan misi kepala daerah,”tukasnya. (Diskominfo Puncak)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here