SENTANI (LINTAS PAPUA) –  Dua kampung di Kabupaten Jayapura mendapatkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam rangka pelaksanaan Program Keserasian Sosial Tahun Anggaran 2018.

 

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Jayapura, Alex R. Dusay, S.H., melalui Kepala Seksie (Kasie) Bantuan Fakir Miskin dan Bantuan Korban Bencana pada Dinas Sosial Kabupaten Jayapura Daniel Dalle, kepada wartawan saat ditemui diruang kerjanya, Senin (12/11/2018) kemarin siang.

 

Menurut Daniel Dalle, dua kampung yang mendapatkan bantuan Program Keserasian Sosial itu yakni, Kampung Sereh, Distrik Sentani dan Kampung Benyom Jaya, Distrik Nimbokrang.

 

“Jadi, bantuan program keserasian sosial itu difokuskan ke dua lokasi. Lokasi pertama itu di Kampung Benyom Jaya, Distrik Nimbokrang dan lokasi kedua itu di Kampung Sereh, Distrik Sentani,” tuturnya.

 

Kata Daniel Dalle, dua kampung penerima bantuan program keserasian sosial itu masing-masing memperoleh bantuan sebesar Rp 150 juta untuk membangun infrastruktur atau fasilitas umum. Dimana, dalam penerapannya diberikan kebebasan kepada kampung penerima untuk digunakan sesuai kebutuhan masing-masing.

 

Setiap kampung penerima Program Keserasian Sosial, kata Daniel Dalle, diwajibkan membentuk Forum Keserasian Sosial Desa (Kampung) sebagai wadah untuk bermusyawarah merencanakan, mengawasi, dan mengevaluasi pelaksanaan Program Keserasian Sosial, juga sebagai forum mempererat silaturahmi di antara masyarakat agar tidak terjadi lagi konflik di tengah-tengah masyarakat kampung.

 

“Jadi Program Keserasian Sosial selain pembangunan secara fisik, juga membangun silaturahmi di antara individu maupun kelompok masyarakat di kampung guna menghindari konflik sosial,” ungkap pria asal Toraja, Sulawesi Selatan ini.

 

Daniel Dalle menambahkan, dana bantuan Keserasian Sosial yang diluncurkan Kemensos bagi dua kampung di Kabupaten Jayapura tersebut telah direalisasikan untuk mengerjakan talud, jembatan dan pengecoran jalan di Kampung Sereh.

 

Lanjutnya, untuk Kampung Benyom Jaya dana sebesar Rp 150 juta tersebut digunakan untuk pembangunan jembatan antar kampung, yang kegiatan telah dilaksanakan sejak September 2018 lalu, dan realisasinya telah mencapai 100 persen.

 

Sementara untuk Kampung Sereh, kata Daniel Dalle, dana tersebut juga digunakan untuk membuat talud, jembatan kayu dan pengecoran jalan.

 

“Dimana, di Kampung Sereh itu dikerjakan oleh masyarakat secara swadaya dengan panjang sekitar 250 meter. Nah, disitu ada tiga kegiatan pengerjaan yang dilakukan yakni, talud, jembatan kayu dan pengecoran jalan dengan lebar sekitar 3 meter,” katanya.

 

“Sedangkan untuk Kampung Benyom Jaya, itu biasanya saat turun hujan kan sering dilanda banjir. Maka di tahun 2018 ini, kami usulkan satu kegiatan yaitu pembangunan jembatan kampung,” tambah Daniel Dalle yang juga pendamping Keserasian Sosial.

 

Daniel Dalle berharap ke depan pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI bisa memberikan bantuan serupa untuk melengkapi sarana umum yang masih kurang di kampung-kampung yang ada di Kabupaten Jayapura.

 

Untuk diketahui, Program Keserasian Sosial merupakan salah satu program Kementerian Sosial RI dalam penanganan masalah konflik sosial. Tujuan dari program tersebut adalah untuk menciptakan suatu tatanan kehidupan sosial yang serasi dan harmonis dilandasi oleh nilai dasar kebersamaan, toleransi, saling menghargai dan menghormati, sehingga dapat membangun, memantapkan dan mengembangkan serta memelihara kembali kehidupan bersama di antara anggota masyarakat. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)