RS. Provita yang terletak di Jantung Kota Jayapura. Merupakan salah satu rumah sakit yang diklaim oleh manajemen memiliki peralatan tercanggih di Papua. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Rumah Sakit Provita yang baru-baru ini beroperasional, menjadi alternatif rujukan saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON), bilamana RSUD Dok II Jayapura, belum memenuhi persyaratan akreditasi yang ditetapkan kementerian kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes., mengatakan, bahwa  sebenarnya RSUD Dok II Jayapura, telah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. Namun persyaratan akreditasi kemungkinan besar masih menjadi kendala.

“Sehingga menjadi pertimbangan kami untuk menunjuk Provita bilamana RSUD Dok II Jayapura, mandek alias terhenti,” terang Aloysius, kemarin.

Menurut dia, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang manajemen RS Provita, untuk membahas mengenai alternatif rujukan itu. Kendati demikian, pihaknya mengaku tak bakal pasrah dengan keadaan itu. Namun terus berupaya agar RSUD Dok II Jayapura, menjadi yang terpilih sebagai rumah sakit rujukan.

Tak sampai disitu, sambung dia, untuk pelayanan kesehatan saat pelaksanaan PON, dinas kesehatan bakal mempersiapkan kapal rumah sakit terapung. Kapal rumah sakit ini sedang dalam persiapan yang nantinya akan ditempatkan di Kota Jayapura, Kabupaten Biak dan Merauke.

“Yang pasti untuk daerah yang berlokasi di wilayah perairan. Artinya, untuk klaster yang menyelenggarakan perlombaan pada cabang olahraga di perairan,” ucap dia.

Dia berharap kedepan pemerintah kabupaten dan kota  (di lima klaster penyelenggaraan PON), dapat pro aktif mendukung penyiapan sarana kesehatan di wilayahnya masing-masing.

Dalam artian, usulan menjadi klaster penyelenggaraan PON merupakan permintaan dari kepal daerahnya masing-masing. Dengan demikian, bila ada hal yang tak dapat disiapkan untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun kementerian, sehingga dapat dicarikan solusi maupun alternatif pemecahannya.

“Sebab yang pasti, kalau dari kabupaten tidak mampu maka dari provinsi dan pemerintah pusat akan siap membantu,” pungkasnya. (Koran Harian Pagi Papua)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here