Tekan Pengangguran, Mendikbud : Track Revitalisasi SMK Sudah Benar

0
34

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  –  Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja pada bidang tertentu. Lantaran itulah, pemerintah terus melakukan sejumlah perbaikan dan penataan SMK di tanah air.

 

Demikian disampaikan Mendikbud Muhadjir Effendy dalam diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Pengurangan Pengangguran”, bertempat di Ruang Benny S Muljana, Gedung Saleh Alif, Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

 

“Dalam aspek partisipasi kerja lulusan SMK menurut data Sakerna 2014-2018 pada pendataan Agustus maupun Februari selalu mengalami kenaikan tiap tahunnya,” katanya.

 

Jika pada Agustus 2015, menurut Muhadjir, tercatat angka partisipasi kerja lulusan SMK berada di angka 10.837 lulusan SMK, maka pada Agustus 2018 berada di angka 13.682.

Sedangkan penghitungan pada Februari 2015, Muhadjir mengatakan, jumlahnya juga terus naik hingga pada Februari 2018. Yakni, sambung dia, dari angka partisipasi kerja lulusan SMK 11.800 menjadi pada 2018 sebesar 14.545.

 

Itulah sebabnya, Muhadjir menjelaskan, prosentase tingkat pengangguran terbuka pun terus menurun bagi lulusan SMK. Tercatat, kata dia, jika pada 2016 sebesar 9,84 persen, pada 2018 tinggal 8,92 persen.

 

“SMK merupakan tingkat pendidikan yang persentase penurunan pengangguran terbukanya selalu turun setiap tahunnya,” ujarnya.

 

Capaian tersebut, menurut Muhadjir, tidak terlepas dari kuatnya komitmen pemerintah untuk mengurangi pengangguran. Termasuk melalui Inpres Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Revitalisasi SMK dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia.

 

Disain besarpun dicanangkan seiring dengan itu. Muhadjir membeberkan, pertama adalah dengan membuat peta jalan pengembangan SMK. Kedua, pengembangan dan penyelerasan kurikulum. Ketiga, melakukan inovasi pemenuhan dan peningkatan profesionalitas guru dan tendik.

 

Keempat, menggelar kerja sama sekolah dengan dunia usaha, industri, serta perguan tinggi. Kelima, meningkatkan akses sertifikasi lulusan SMK dan akredetasi SMK, dan keenam, membentuk Kelompok Kerja Pengembangan SMK.

 

Mempertajam itu, Muhadjir menyebutkan, ada enam strategi yang digelar untuk  mengurangi angka pengangguran SMK. Yakni, kata dia, pertama meningkatkan kualitas belajar mengajar sehingga siswa memperoleh keterampilan dasar, kemampuan untuk berpikir kritis, serta nilai-nilai dan karakter untuk menjadi warga yang produktif dan pembelajar.

“Kemudian, kedua, upaya percepatan melalui penargetan dan strategi kompensasi kepada anak-anak miskin untuk mengurangi ketimpangan akses ke pendidikan yang berkualitas di daerah secara sistematik, sehingga mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, dan harmonis,” katanya.

 

Strategi ketiga, menurut Muhadjir, adalah memperkuat pelatihan vokasi dan life skill di semua tingkat untuk mengembangkan angkatan kerja yang fleksibel dan terlatih dengan atribut personal, keterampilan dasar, dan kompetensi TIK dan vokasi yang siap kerja, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.

 

Keempat, Muhadjir menjelaskan, tentang upaya pengembangan visi dan pola pikir guru dan tenaga pendidik, melampaui “budaya kepatuhan” menuju peningkatan kualitas pendidikan yang kreatif dan berkesinambungan. Sedangkan kelima, kata dia, dengan mewujudkan pemerintah yang terintegrasi dengan akuntabilitas bersama dan perjanjian pembiayaan antarkementerian dan antarlevel pemerintahan untuk peningkatan capaian pendidikan.

 

“Sedangkan strategi keenam adalah merintis kemitraan baru dengan penyelenggara pendidikan, baik perusahaan publik maupun swasta untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui kinerja berbasis pembiayaan dan akuntabilitas yang lebih baik,” tuturnya.

 

Progres Revitalisasi Vokasi

 

Capaian dan progres pengurangan pengangguran melalui revitalisasi vokasi, disebutkan Muhadjir, tampak dari pembuatan peta jalan pengembangan SMK. Di mana, tersusun peta jalan revitalisasi SMK Nasional dan tersusunnya peta jalan revitalisasi SMK di 34 Provinsi.

Selanjutnya, Muhadjir mengatakan, dilakukan pengembangan dan penyelerasan kurikulum. Bentuknya, kata dia, dengan merevisi spektrum keahlian SMK, penyusun kurikulum sesuai spektrum keahlian SMK hasil revisi, dan, melakukan sinkronisasi kurikulum sekolah sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

 

Selain itu, Muhadjir mengungkapkan upaya pemenuhan guru kejuruan dengan pelaksanaan program keahlian ganda. Di antaranya, kata dia, pemenuhan guru kejuruan dengan pelaksanaan program keahlian ganda, lalu pemenuhan guru kejuruan dengan pelaksanaan pendidikan profesi guru, dan peningkatan kompetensi guru kejuruan.

 

Dilakukan pula kerja sama sekolah dengan dunia usaha, industri, serta perguan tinggi. Di mana Muhadjir mengatakan, ditempuh penyelarasan kejuruan yang link and match dengan dunia industri melalui penyiapan kurikulum implementasi serta optimalisasi kerja sama dengan DUDI.

 

“Lalu, penguatan kerja sama industri dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan dunia usaha/industri. Dan peningkatan akses sertifikasi lulusan SMK dengan penambahan jumlah LSP P-1, melalui pelatihan dan sertifikasi asesor kompetensim” tuturnya.

 

Lebih dari itu, Muhadjir menjelaskan, juga digelar upaya meningkatkan akses sertifikasi lulusan SMK dan akredetasi SMK. Yakni dengan, sambung dia, peningkatan akses sertifikasi lulusan SMK dengan penambahan jumlah LSP P-1, melalui pelatihan dan sertifikasi asesor kompetens, pelatihan penyusunan materi uji kompetensi (MUK) dan finalisasi skema sertifikasi, peningkatan jumlah sertifikasi kompetensi teknis dan sertifikasi siswa.

 

“Selain juga melakukan peningkatan karakter peserta didik, dan peningkatan akses dan mutu SMK dengan pemberian bantuan fisik dan nonfisik,” pungkasnya.

 

Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini antara lain Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Menaker Hanif Dhakiri.Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube). (*)