Harga Tiket di Papua Terlalu Mahal, Menteri Perhubungan Undang Operator Penerbangan

0
226
Kesibukan Penerbangan di Bandara Sentani (Foto Facebook Hairil)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Menteri Perhubungan, Budi Karya,  bakal mengundang operator penerbangan guna mengusulkan wacana penambahan rute ke wilayah Papua, khususnya di lima klaster penyelenggaraan PON. Pertemuan itu juga sekaligus untuk mengatasi harga jual tiket yang mahal ke wilayah Bumi Cenderawasih.

“Memang perlu ada pertemuan dengan pihak pihak operator penerbangan. Karena selain penambahan jalur penerbangan yang tak kalah penting menertibkan harga jual tiket mahal. Tentu kesemuanya ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020  di Papua,” ujar Menteri Budi, dalam rilis yang diterima harian ini, saat menerima rombongan Pemprov Papua yang dipimpin Wakil Gubernur Papua,   Klemen Tinal, yang melakukan road show dalam rangka suksesi PON XX Tahun 2020, Kamis (08/11/2018) di Jakarta.

Menteri Perhubungan, Budi Karya, . saat diwawancara. (ISTIMEWA)

Turut hadir dalam road show tersebut, Sekda Papua, Hery Dosinaen serta Asisten Bidang Pemerintahan, Doren Wakerkwa.

Dikatakan Budi, Kementerian Perhubungan akan mendukung penuh pelaksanaan pon 2020 di Papua. Dukungan itu, antara lain dengan memberikan armada transportasi di lima lokasi atau klaster pelaksanaan PON XX 2020.

“Yang pasti kita akan mensuport. Diantaranya dengan menyediakan bus. Termasuk kapal yang bisa dijadikan sebagai hotel terapung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Recky Ambrauw menyatakan, pihaknya akan menindaklanjuti apa yang telah disampaikan oleh Menteri.

Pihaknya pun bakal segera menginisiasi pertemuan dengan dirjen udara dan laut, guna menindaklanjuti rencana pertemuan dengan pihak operator penerbangan yang ada di seluruh Indonesia.

“Karena memang sebelumnya kami telah melakukan pertemuan dengan Dirjen Perhubungan Darat Direktorat Transportasi dan Moda. Mereka pun sangat merespon untuk membantu kami dalam penyediaan armada”.

“Sementara untuk penerbangan pun kita ingin mengupayakan hal yang sama. Makanya kita akan segera membentuk tim untuk koordinasi untuk melakukan kerjasama,” tandasnya. (Koran Harian Pagi Papua)