Grand Design Kebutuhan Tenaga Kerja dalam RPJMN 2020-2024

0
32

JAKARTA (LINTAS PAPUA) – Pemerintah saat ini tengah menyusun kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 di mana di dalamnya terdapat pemetaan kebutuhan tenaga kerja di Tanah Air, mulai dari jumlah hingga sektor apa saja, sehingga dapat mempermudah Pemerintah dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

 

Demikian disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Pengurangan Pengangguran”, bertempat di Ruang Benny S Muljana, Gedung Saleh Alif, Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

 

“Kita sedang susun kerangka teknokratis RPJMN 2020-2024, di situ ada tingkat kebutuhan SDM-nya, bukan hanya sektornya saja, tapi di level mana kita di sektor tersebut. Misal di pariwisata, apakah kita sudah bisa menyediakan semuanya atau masih perlu pendidikan dan pelatihan. Semua ada di RPJMN,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Menaker Hanif Dhakiri, yang juga hadir sebagai narasumber dalam FMB 9, telah memproyeksikan pekerjaan apa saja yang akan naik atau turun kebutuhan SDM-nya hingga tahun 2025.

 

Selama tahun 2017-2020, sebutnya, pekerjaan yang akan naik antara lain trainer, perawat, manajer keuangan, pengacara, agen penjualan, analis, terapis fisiologis, penasihat keuangan, SDM, perawat, dokter, programmer, dan layanan berita reguler.

 

Sementara pekerjaan yang turun antara lain manajer administrasi, mekanik, tukang cetak, pengantar surat, supir, petugas ekspedisi, pekerja pabrik, operator mesin jahit, perangkat komunikasi, dan radio.

 

“Kemudian selama tahun 2021 sampai 2025, pekerjaan yang akan naik antara lain pemeliharaan dan instalasi, mediasi, medis, analis data, manajer sistem informasi, konselor vokasi, dan analis dampak lingkungan,” imbuhnya.

 

Sedangkan pekerjaan yang turun, lanjut Menaker, antara lain resepsionis, tukang kayu, desain tiga dimensi, pengolah semikonduktor, teller bank, travel agents, juru masak fast-food, dan operator mesin.

 

Sebagai informasi, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2018, jumlah penciptaan lapangan kerja untuk tahun ini sampai dengan Agustus adalah sebesar 2,99 juta. Jumlah tersebut telah melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018 dan RPJMN 2015-2019.

 

Sementara jumlah penciptaan lapangan kerja pada 2016 adalah sebesar 3,59 juta dan pada 2017 sebesar 2,61 juta. Sehingga dalam lima tahun terakhir rata-rata pertumbuhan kesempatan kerja adalah sebesar 1,99 persen.

 

Dari target penciptaan kesempatan kerja pada tahun 2015-2019 sebesar 10 juta orang, hingga 2018 Pemerintah sudah dapat menciptakan 9,38 juta kesempatan kerja. Di samping itu, secara absolut jumlah pengangguran juga turun sebesar 40 ribu orang, sehingga Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) telah berhasil diturunkan menjadi 5,34 persen tahun ini.

 

Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini Mendikbud Muhadjir Effendy.

 

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube). (*)