Untuk ASN Yang Tra Pu Rumah Tetap, Pemprov Papua Mulai Lakukan Pendataan

0
84
sosialisasi piloting pendataan rumah bagi ASN melalui aplikasi Rumah Indonesia , di Jayapura, kemarin. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman, mulai melakukan pendataan terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang belum memiliki tempat tinggal tetap.

“Dimana kali ini ada tiga ruang lingkup sasaran kami yang akan termut dalam piloting project. Dengan demikian baik untuk pendataan dan pembiayaan nantinya bisa berjalan sebagaimana mestinya,”  ujar  Seketaris Dinas Perumahan Provinsi Papua, Metito Y Kabuare, disela-sela sosialisasi piloting pendataan rumah bagi ASN melalui aplikasi Rumah Indonesia , di Jayapura, kemarin.

Untuk tahap awal, pendataan dilakukan pada ASN ruang lingkup pemerintah provinsi serta Kabupaten dan Kota Jayapura. Pendataan tersebut nantinya dilakukan melalui web aplikasi  Rumah Indonesia (Rumi).

“Menindak lanjuti adanya regulasi baru dari pemerintah pusat yang meminta kami di Dinas Perumahan untuk melakukan pendataan pegawai ASN yang belum miliki rumah, makanya kita segera memulainya,” tuturnya.

Menurut dia, melalui pendataan diharapkan dapat ditemukan angka pasti terkait jumlah ASN yang belum memiliki rumah. Pendataan untuk menghindari angka yang tumpang tindih, sebab sebelumnya telah terjadi perpindahan data dari (Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil) Taperum  PNS ke (Tabungan Perumahan Rakyat) Tapera.

“Sehingga data dari Dinas Perumahan belum maksimal mencakup semua ASN yang ada di Papua. Makanya, melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para pegawai dinas perumahan baik yang ada di provinsi maupun kabupaten dan kota terkait bisa segera mendapatkan menyiapkan pendataan ASN,” harapnya.

Dia tambahkan, sejumlah permasalahan di lapangan, diantaranya masih ada beberapa rumah milik pemerintah yang ditempati pensiunan. Untuk itu, pendataan ulang dipandang penting guna mendukung pemberian fasilitas bagi ASN yang masih bertugas.

“Sebab jika memungkinkan dan pendataan bisa rampung secepatnya maka pembiayaan rumah bisa segera direalisasikan tahun depan,” pungkasnya. (Koran Harian Pagi Papua)