Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di Provinsi Papua Mulai Dievaluasi

0
37
Suasana konsultasi SPBE di Sasana Karya Kantor Gubernur Dok II Jayapura, kemarin. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Provinsi Papua, mulai mendapat evaluasi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi.

Evaluasi tersebut mencakup ruang lingkup penyelenggaraan di instansi pusat serta pemerintah daerah, mulai dari pelaksanaan tata kelola, pelayanan serta kebijakan yang diambil terkait dengan pelaksanaan SPBE.

Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Anni Rumbiak berharap pelaksanaan evaluasi SPBE tak hanya menjadi kewajiban dari pemerintah pusat semata. Tetapi mampu memberikan rekomendasi dan masukan yang konstruktif bagi perkembangan pemerintahan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Lebih khusus dalam bidang perencanaan, penegakan hukum, pelayanan publik, peningkatan disiplin dan kinerja yang terintegrasi dalam sistem berbasis elektronik.

“Supaya apa, kedepan mudah diakses oleh para pihak yang berkepentingan. Tak sampai disitu, supaya juga mampu memberikan masukan positif untuk perbaikan secara menyeluruh,” terang dia pada Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, Rabu (7/11), di Sasana Karya Kantor Gubernur Dok II Jayapura.

Ia katakan, pelaksanaan SPBE tersebut juga bertujuan untuk mewujudkan proses kerja yang efisien, efektif, transparan dan akuntabel serta meningakatkan kualitas pelayanan publik.

Disamping itu, pelaksanaan evaluasi juga agar pelaksanaan SPBE mampu mencapai evaluasi secara berkala. “Sekaligus bisa mengetahui mana kemajuan dari pelaksanaan SPBE pada setiap daerah. Makanya, kita harap pula hasil dari evaluasi SPBE ini menjadi proses penilaian terhadap pelaksanaan di instansi pusat dan pemerintah daerah”.

“Sehingga kedepan dapat dihasilkan suatu nilai indeks SPBE yang menggambarkan tingkat kematangan dari pelaksanaan SPBE di pemerintah daerah,” pungkasnya. (Koran Harian Pagi Papua)