SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Unit Reskrim Polsek Sentani Kota menangkap satu pelaku pencuri uang dana ADD Kampung Benyom Jaya II, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, senilai Rp 230 juta. Pelaku berinisial SK (27) warga Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

Informasi yang dihimpun wartawan harian ini, Jumat (2/11/2018) lalu saat pelaku SK (27) saat hendak mengecek sepeda motor milik saudaranya yang terkena razia operasi zebra yang dilakukan oleh Kepolisian.

“Benar, tersangka SK (27) Pelaku SK (27) sendiri berhasil diamankan oleh Tim di depan Kantor Satuan Lalu Lintas Polres Jayapura saat hendak mengecek sepeda motor milik saudaranya yang terkena sweeping Operasi Zebra Matoa 2018,” kata Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, SH, S.IK. MH. M.Si saat di konfirmasi melalui Kapolsek Sentani Kota Kompol Hakim Sode, SH, M\H, belum lama ini.

Sebagaimana diketahui, uang dana ADD itu milik Kampung Benyom Jaya II, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura itu senilai Rp 230 juta.

“Setelah dilakukan pemeriksaan awal, tersangka SK (27) mengakui perbuatannya tersebut. Kemudian menyerahkan uang sisa senilai Rp 110 juta kepada Penyidik sebagai barang bukti,” jelas Kapolsek Sentani Kota.

“Penangkapan pelaku SK berdasarkan laporan serta hasil penyelidikan saat kami mendatangi dan melakukan olah TKP. Setelah menerima laporan pengaduan dari korban Titus Kekri yang merupakan Kepala Kampung Benyom Benyom Jaya II Distrik Nimbokrang,” tambahnya.

 

Telah terjadi tindak pidana pencurian, kasus pencurian ini sendiri terjadi pada hari Selasa tanggal 30 Oktober 2018 sekira pukul 05.30 WIT, di Hotel Ratna Indah Salatiga Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

 

Yakni, pelaku SK mengambil tas ransel yang berisikan uang dana ADD senilai Rp 230 juta, yang mana saat itu korban tertidur di kursi lobby lantai 2 hotel dan saat korban tertidur itulah pelaku menjalankan aksinya.

 

Lanjut Kapolsek Hakim Sode, setelah melakukan olah TKP dan mengumpulkan alat bukti kasus tersebut mulai menemui titik terang bahwa diduga pelaku pencurian tersebut adalah SK (27).

 

 

“Sehingga anggota kami dalam ini Unit Reskrim dan Tim Paniki langsung bergerak melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap keberadaan SK (27) dan SK berhasil dibekuk. Saat ini tim kami masih mendalami sisa uang yang belum di serahkan oleh SK (27) dan atas perbuatannya pelaku kami jerat dengan Pasal 362 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 Tahun Penjara,” tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)