JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Untuk mengejar target perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektornik (KTP-El) sebagaimana yang diintruksikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) kebut target dengan melaksanakan jemput bola hingga ke Kelurahan. Hal itu guna memberikan akses kepada masyarakat melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik.

 

Menyusul intruksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bahwa perekaman KTP-El hingga bulan Desember 2018 mendatang, guna mengejar target tersebut, Dispendukcapil Kota Jayapura menerapkan siste jemput bola ke setiap kelurahan, sebagaimana dilaksanakan di Kelurahan Yobe, tepatnya di Lapangan Komplek Eks Pasar Lama, Kelurahan Yobe, Distrik Abepura.

 

Sistem jemput bola dilakukan dengan mendatangi warga di kelurahan yang masih banyak warganya yang belum melakukan perekaman KTP-El. Kota Jayapura sendiri masih ada sekitar 27 persen atau 87 ribu warganya yang masih belum melakukan perekaman KTP-El. Karena itu, Dispendukcapil harus pro aktif sebelum bulan Desember 2018 mendatang.

 

Dari pantauan di lapangan, sekitar puluhan warga baik usia muda maupun lanjut usia (Lansia) mengantre di lokasi pendaftaran untuk perekaman KTP-El baik di tengah-tengah Lapangan Komplek Eks Pasar Lama dan di halaman samping rumah salah satu warga, Luksi Sanjaya. Halaman samping rumah Luksi Sanjaya ini merupakan tempat nongkrong warga sekitar yang ingin mengakses WiFi itu disulap petugas Dispendukcapil Kota Jayapura menjadi lokasi perekaman KTP-El.

 

Kepala Dispendukcapil Kota Jayapura Merlan S. Uloli melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Dispendukcapil Kota Jayapura Abdul Muntholib mengatakan, sebelum melakukan perekaman KTP-El di Kelurahan Yobe, tepatnya di Komplek Eks Pasar Lama Abepura, pihaknya juga sudah melakukan perekaman data di Kelurahan Kota Baru pada Sabtu (3/11/2018) lalu.

 

“Ya, memang pelayanan jemput bola ini kita sudah programkan mulai sejak bulan kemarin (Oktober). Itu semua setiap Sabtu dan Minggu ke Kelurahan-Kelurahan, sedangkan kalau di hari Senin hingga Jumat itu ke sekolah-sekolah,” kata Kabid Abdul Muntholib, didampingi Kepala Kelurahan Yobe Agustinus Jitmau, ketika dikonfirmasi Harian Pagi Papua disela-sela pelaksanaan perekaman KTP-El, di Komplek Eks Pasar Lama Abepura, Kelurahan Yobe, Distrik Abepura, Minggu (4/11/2018) sore pekan kemarin.

 

“Jadi, setiap turun itu kita siapkan tiga alat di tiga tempat. Biar di sekolahan maupun di kelurahan-kelurahan ini tiga alat yang disiapkan. Layanan jemput bola ini di tiga tempat yakni, di sekolah dan dua kelurahan. Karena satu kemarin yang di Kelurahan Kota Baru itu sudah dimajukan terlebih dahulu waktu pelaksanaan perekaman KTP-El pada Sabtu (3/11) lalu, sebenarnya waktu perekamannya bersamaan dengan Kelurahan Yobe pada hari ini (kemarin),” tambahnya.

 

Abdul Muntholib menjelaskan, dari 312 ribu lebih penduduk Kota Jayapura yang wajib KTP, kurang lebih sekitar 27 persen atau 87 ribu orang belum melakukan perekaman KTP-El dan kurang lebih sekitar 73 persen atau 225 ribu orang yang sudah melakukan perekaman KTP-El.

 

“Ini (jemput bola perekaman KTP-El) adalah program tetap kita setiap tahun. Jadi, kalau ada permintaan untuk perekaman KTP-El dari RT/RW maupun Kelurahan itu kita selalu layani, yang penting ada surat resmi dari mereka kita tetap layani. Bahkan, di hari libur, Sabtu dan Minggu tetap diberikan layanan hingga bulan Desember 2018 mendatang. Wajib KTP nya itu sekitar 312 ribu, sedangkan yang sudah lakukan perekaman itu sekitar 73 persen atau 225 ribu orang,” jelasnya.

 

Selain petugas Dispendukcapil, perekaman data KTP-El jemput bola ini juga dilakukan setiap Distrik di Kota Jayapura. “Distrik-distrik juga melayani perekaman KTP-El di kantor. Target penyelesaian perekaman KTP-El ini hingga bulan Desember 2018 nanti. Inikan sudah komitmen dari setiap Distrik dan Kelurahan yang telah membuat pernyataan dengan pak Walikota, bahwa di bulan Desember 2018 itu sudah harus tuntas perekaman tersebut,” imbuh Abdul Muntholib.

 

Pelayanan jemput bola KTP-El ini, masih kata Abdul Muntholib, sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 2011 atau 2012 silam. Sebelumnya, pihaknya sudah memberikan data warga yang belum melakukan perekaman KTP-El kepada Kelurahan agar dilakukan penyisiran. “Nah, setelah disisir duluan maka warga yang belum perekaman diarahkan kesini atau di Lapangan Komplek Eks Pasar Lama Abepura. Intinya, dituntaskan semua di masing-masing kelurahan,” katanya.

 

“Selain intruksi dari Walikota, juga ada intruksi dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri. Yakni, jika ada warga yang sudah berusia 23 tahun keatas belum melakukan perekaman hingga bulan Desember 2018 itu datanya akan di blokir. Tapi, kalau usia 23 tahun kebawah itu masih dilayani perekaman KTP-El,” ujarnya menandaskan.

 

Berdasarkan informasi yang diperoleh, bahwa hasil perekaman KTP-El yang dilakukan di Kelurahan Yobe, tepatnya di Komplek Eks Pasar Lama Abepura ini terdapat 92 orang berhasil melakukan perekaman KTP-El dan terdapat 6 orang yang duplikat record atau perekaman KTP-El sudah lebih dari satu kali. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)