Papua Language Institute : Pentingnya Bahasa Asing : Inggris, Pidgin – PNG, Mandarin, Rusia dan Persiapan Studi Luar Negeri

0
1512
Foto Bersama dengan para guru dan pelajar SMK Negeri 1 Sentani. (ISTIMEWA)

SENTANI  (LINTAS PAPUA)  – “Hari ini kami Papua Language Institute (PLI) kunjungi dan sosialisasi pentingnya Bahasa asing seperti English, PIDGIN-PNG dan Russia dan persiapan study Luar Negeri ke adik -adik kita di SMK Negeri 1 Sentani, Kabupaten Jayapura -Provinsi Papua,” ujar Direktur PLI, Samuel Tabuni, di Sentani, Sabtu (3/11/2018).

Dikatakan, bahwa Papua Language Institute (PLI) dan SMK Negeri 1 Sentani akan bekerjasama mempersiapkan adik-adik generasi Emas Papua mencapai mimpi-mimpi kita orang Asli Papua untuk membangun Bangsa Papua menjadi Tuan diatas Negeri ini.

“Bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri. I. S. Kijne. Nubuat ini akan tergenapi dalam waktu yang dekat,” tuturnya.

Pihaknya mengucapkan, terima kasih kepada  Bapak/Ibu Guru PLI dan pengurus Yayasan Maga Edukasi Papua (MEP) atas kerja keras dan semangatnya. Tuhan Jesus memberkati kita semua.

Dalam kesempatan tersebut, juga menghadirkan Pembicara, George Saa, selaku pemerhati masalah Ekonomi, Sosial dan Pemerintahan secara global, yang sering diberikan sapaan sebagai profesor muda Papua, ikut hadir memberikan motivasi – motivasi dan arahan dalam membangun semangat belajar prestasi dari pelajar SMK Negeri 1 Sentani.

Sekilas

Samuel Tabuni adalah direktur Papua Language Institute (PLI) yang didirikannya di awal tahun 2017 yang  pernah  berada di Washington DC, Amerika Serikat mewakili Indonesia pada tahun yang sama, mengikuti 7 minggu program pelatihan yang di selenggarakan oleh Young SouthEast Asian Leaders Anitiative (YSEALI).

Badan ini adalah suatu organisasi misi Amerika Serikat untuk negara-negara ASEAN dengan tujuan membangun kemampuan leadership dari pemuda dan profesional di region ASEAN yang mempromosikan kerjasama cross-border untuk menyelesaikan masalah-masalah bersama yang dihadapi negara-negara ASEAN ini maupun masalah-masalah global dunia.

Dijelaskan oleh Samuel Tabuni, program ini di dirikan oleh mantan president Amerika Serikat Barack Obama di 2014 silam. Lanjutnya, tujuannya (YSEALI) untuk melatih para pemimpin muda ASEAN mulai dari usia-18-35 dalam rangka membangun hubungan 10 Negara ASEAN, ungkap beliau ketika selesai mengikuti hari pertama orientasi di Capitol Hill, Washington DC.

Sementara itu, George Saa adalah Putra asli Papua asal Sorong,  seorang pemenang lomba First Step to Nobel Prize in Physics pada tahun 2004 dari Indonesia. Makalahnya berjudul Infinite Triangle and Hexagonal Lattice Networks of Identical Resisto. bahkan rumus Penghitung Hambatan antara Dua Titik Rangkaian Resistor yang Ditemukannya diberi namanya sendiri yaitu “George Saa Formula”. Kini Penulis  melanjutkan studi S2  Master teknik material di  di Birmingham, Inggris.  (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here