DPRP setuju Sinode Ikut Mendata Orang Asli Papua

0
246
Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long, saat memberikan keterangan. (Ardiles / LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Wakil Ketua Komisi 1 DPRP, Tan Wie Long mengatakan, sangat setuju dengan apa yang disampaikan Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH.,  terkait penugasan kepada Sinode yang merupakan lembaga Gereja untuk mendata Orang Asli Papua (OAP).

“Saya lebih setuju itu supaya kita tau dulu pendataannya, jadi atas pernyataan yang di sampaikan pak Gubernur pada peresmian GKI Paulus beberapa waktu lalu bahwa dirinya lebih tertarik jika dipercayakan kepada sinode gereja yang melakukan pendataan ini,” katanya.

Menurutnya,  secara fisik lahiria identitas OAP sudah jelas dengan marga, tinggal bagaimana peran pemerintah untuk orang Papua bisa tampil dalam segala hal.

“Kita perlu perjuangkan agar Orang Asli Papua (OAP) bisa diberdayakan, dimanusiakan dan diberi kesempatan seluas-luasnya,” ucap Wakil Ketua Komisi I DPR Papua,  Tan Wie Long,  kepada awak media saat di temui di ruang kerjannya Jumat, 2 November 2018.

Kata Along, sapaan akrabnya, bahwa  hal yang perlu di titik beratkan yaitu setiap program Pemerintah Daerah harus di awasi secara baik, manfaatnya harus betul-betul dirasakan oleh OAP,

“Semua perjalanan dalam tatanan dari adamya Otsus ini lebih memprioritaskan Orang Asli Papua, dan dana otsus yang telah berjalan selama ini harus betul-betul dirasakan oleh masyarakat OAP,” jelasnya.

Oleh karena itu dirinya tidak sepakat dengan adanya KTP Lokal khusus untuk orang asli papua. Karena menurutnya hal ini seolah-oleh memperkecil kemampuan OAP.

“Padahal mereka-mereka ini sebenarnya sudah siap, sudah banyak yang menjadi Doktor, Profesor.

Tinggal bagaimana keinginannya, untuk pemerintah baik Gubernur, Bupati, Walikota dapat memberikan respon terbuka untuk mereka seluas luasnya,”ujarnya.

Selanjutnya memberikan keleluasaan bagi OAP untuk berkreasi dan berkreatif bukan hanya di papua, tapi juga di seluruh wilayah indonesia dan luar negeri.

“Agar Indonesia tahu kita punya orang Papua ini sebenarnya sudah siap bersaing, jadi jangan kita membuat regulasi yang mengucilkan dan seolah olah mereka tidak berdaya, ” ucapnya. (Ardiles / LintasPapua.com)