Tiga Pilar Keamanan di Papua Diminta Tak Telat Kelola Isu

0
527
Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin, saat memberikan sambutannya. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Tiga pilar yang terdiri dari Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) serta Kepala Kampung, diminta agar tak telat mengelola isu yang berkembang di lingkungannya masing-masing.

Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan,  telat mengelola isu bisa berakibat fatal, yakni jatuhnya korban jiwa akibat sebuah pertikaian.

“Contoh di Wamena, ada seorang mama-mama yang dipukul oleh orang mabuk. Lalu yang menolong seorang kepala kampung. Tapi karena informasi palsu (hoax), justru yang disampaikan kepala kampung lah pelakunya dan akhirnya dibunuh”.

“Nah, akibat salah informasi atau hoax ini akibatnya sangat fatal. Untuk itu, inilah pentingnya supaya tiga pilar baik Babinsa, Bhabinkamtibmas, maupun kepala kampung bisa kelola informasi dan tak telat memprosesnya. Supaya kejadian seperti demikian bisa diminimalisir,” terang Kapolda, disela-sela apel tiga pilar dalam rangka mewujudkan Pileg dan Pilpres 2019 yang aman, damai dan sejuk, di Jayapura.

Dirinya juga menyoroti hoax yang beredar di Jayapura, dimana kehadirian TNI/Polri di Pirime Kabupaten Lannya Jaya, menyebabkan para mama-mama Papua tak bisa berladang serta berjualan. Sementara anak-anak mereka tak bersekolah.

“Berita palsu yang sengaja dilemparkan oleh orang-orang yang tidak suka dengan perdamaian ini, ternyata tidak benar. Sebab setelah kami berkunjung ke Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, kondisinya tidak seperti yang diisukan,” tegas dia.

Untuk itu, Kapolda kembali mengimbau tiga pilar yang ada agar dapat berbagi informasi informasi. Sehingga tiga pilar sebagai garda terdepan dalam mengamankan negeri ini, dapat menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Ia mengharapkan,  para kepala kampung tak sungkan memberitahu babinsa dan bhabinkamtibmas, mengenai kondisi yang akan terjadi maupun isu yang berpotensi menimbulkan keresahan. “Sebab telat merespon maka “ongkosnya” lebih mahal”.

“Contoh lagi i Ilu, Kabupaten Puncak saja hanya gara-gara masalah selingkuh, mengakibatkan perang kampung. Cuma karena cepat dikelola Dandim sama Kapolres yang langsung turun ke lapangan dengan pemda setempat, akhirnya gejolak yang terjadi bisa diredam”.

“Makanya sekali lag saya minta peran aktif tiga pilar ini di lapangan. Sebab tiga lembaga ini merupakan mata dan telinga pimpinan. Kalau kalian “tidur” kita bisa kena masalah. Jadi, pasang kuping baik-baik lalu melapor ke atasan secara berjenjang untuk kemudian diambil tindakan pencegahan,” tuntasnya. (Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here