Polres Jayapura Gelar Operasi Zebra Matoa 2018 Selama Dua Pekan

0
688
Kapolres Jayapura, AKBP Victor D. Mackbon, SH., S.IK, MH, M.Si, ketika ditanya wartawan usai menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Aksi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (31/10) kemarin siang. (IRFAN/HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jayapura menggelar Operasi Zebra Matoa 2018 mulai dari tanggal 30 Oktober hingga tanggal 12 November 2018 mendatang.

Ini (Operasi Zebra) selama 14 hari atau dua pekan, dan kemarin (Selasa, 30 Oktober 2018 lalu) sudah dilakukan pembukaan Operasi Zebra Matoa 2018, kata Kapolres Jayapura, AKBP Victor D. Mackbon, SH., S.IK, MH, M.Si, ketika ditanya wartawan usai menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Aksi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (31/10) kemarin siang.

Lanjut Kapolres Jayapura mengatakan, dalam operasi ini pihaknya akan menindak semua jenis pelanggaran lalu lintas. Namun pihaknya lebih memfokuskan terhadap pelanggran lalu lintas yang kerap dilakukan oleh pengendara roda dua dan pengemudi roda empat serta kecelakaan lalu lintas.

Yang menjadi fokusnya adalah angka pelanggaran lalu lintas dan juga kecelakaan lalu lintas. Tentunya ini sangat penting karena memang angka-angka pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Jayapura ini juga cukup tinggi. Nah, dari pelanggaran inilah terjadinya kecelakaan lalu lintas, katanya.

Fokus pelanggaran lalu lintas diantaranya pengendara atau pengemudi yang menggunakan ponsel ketika berkendara, melawan arus lalu lintas, berboncengan lebih dari satu orang bagi roda dua, pengendara kendaraan yang usianya masih do bawah umur, serta mengendarai kendaraan secra ugal-ugalan, sambung AKBP. Victor Dean Makcbon, SH., S.IK., MH. M.Si.

Kapolres Victor juga menambahkan, pelanggaran lainnya yaitu, pengendara yang tidak melengkapi perlengkapn berkendara seperti helm dan kaca spion, kemudian mengendara dalam kondisi tidak sadar yakni, mengonsumsi minuman keras (Miras) maupun menggunakan Narkoba.

”Harapannya, dengan adanya operasi zebra ini maka angka kecelakaan dapat ditekan. Nanti kita lihat perbandingannya, sebelum dan sesudah adanya operasi zebra ini,” harapnya. (Irfan / Koran Harian PagI Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here