Max Olua : Plakat Kulit Kayu Didorong Jadi Suvenir Peraih Medali PON XX 2020

0
360
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua, Max Olua, saat diwawancara. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua mendorong agar kerajinan plakat kulit kayu khas bumi cenderawasih, menjadi suvenir bagi peraih medali Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020.

“Kalau di daerah lain kan usai pengalungan medali maka akan diberikan suvenir PON berupa boneka. Nah kita di Papua inginnya, selain medali juga akan diberikan plakat kulit kayu. Ini yang bakal kita dorong kedepan, sebagai salah satu inovasi,” terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua Max Olua, di Jayapura, kemarin.

Diakui Max, sebenarnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat, tengah menyiapkan produksi plakat kulit kayu sebagai suvenir atau cenderamata bagi pengunjung maupun atlet yang berlaga di PON XX.

Hal demikian sebagaimana arahan gubernur, agar mengangkat setiap bentuk maupun ikon-ikon bumi cenderawasih, untuk dijadikan sebagai oleh-oleh PON.

“Hanya memang nanti tidak hanya plakat kulit kayu yang akan dikembangkan. Ada banyak juga sebenarnya, diantaranya noken dan lainnya. Yang pasti semua ini kami dorong untuk mendukung penyelenggaaraan PON XX pada 2020,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Koordinasi Penyuluh Provinsi Papua Robert Eddy Purwoko, mengatakan bakal mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dan gemar menciptakan menu pangan lokal seperti sagu, untuk dijadikan oleh-oleh bagi para wisatawan yang berkunjung ke bumi cenderawasih saat PON XX 2020.

Diakuinya, sebenarnya menu pangan lokal yang diolah dari sagu, telah banyak dikembangkan oleh para mama-mama Papua, namun masih dalam taraf konsumsi untuk kebutuhan sendiri. Dalam artian, sebagian besar menu pangan lokal yang diciptakan itu belum di-familiar-kan, sehingga belum banyak dikenal oleh publik.

Oleh karena itu, instansinya setiap tahun menggelar lomba cipta menu pangan lokal yang diikuti seluruh masyarakat dari 29 kabupaten dan kota. “Dimana pada tahun kemarin menu pangan lokal dari Pemda Kepulauan Yapen yang menang dan akan mewakili Papua pada ajang tingkat nasional Oktober mendatang. Sehingga melalui momentum ini, kita akan mendorong untuk ciptakan satu menu yang akan menjadi oleh-oleh bagi wisatawan,” harapnya.

Dia tambahkan, sejumlah menu pangan lokal dari sagu yang dinilai pantas untuk dijadikan oleh-oleh saat ini diantaranya, sagu lempeng yang jika dikemas dengan baik, diyakininya bakal laku di pasaran. (Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here