HUT Yo Buykha Bermazmur Dirayakan Penuh Sukacita

0
614

SENTANI (LINTAS  PAPUA)  – Franzalbert Yoku selaku Penggagas Agenda Tahunan Yo Bhuyakha Bermazmur dan juga Ondoafi Kampung Ifar Besar ini menjelaskan Yo Bhuyakha Bermazmur adalah sebuah acara perlombaan paduan suara menggunakan bahasa daerah, yang di ikuti oleh kelompok-kelompok paduan suara dari segala denominasi Gereja di daerah ini.

 

 

“Kami berharap agar lewat kegiatan seperti ini dapat menjaga nilai-nilai budaya Buyakha (Sentani ), khususnya Bahasa Daerah Asli Sentani yang lahir, tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat suku Sentani. Dengan demikian, semua orang Sentani dapat menggunakan Bahasa Sentani sebagai warisan budaya,” ujar Ondoafi Franzalbert Yoku dalam sambutannya di hadapan ratusan jemaat dan tamu undangan, di Gedung Gereja GKI Jemaat Inri Bulende Ifar Besar, Kampung Ifar Besar, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (30/10) lalu.

 

 

Hari Ulang Tahun (HUT) pertama berdirinya berdirinya Yo Buyakha Bermazmur pada tahun 2018 ini sebagai agenda pelantunan kidung pujian berbahasa daerah itu di rakayakan dengan penuh sukacita melalui Ibadah Pengucapan Syukur, di Gedung Gereja GKI Jemaat INRI Bulende Ifar Besar, Kampung Ifar Besar, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (30/10) lalu.

 

 

Selain itu, dirinya menuturkan, bahwa acara Yo Buyakha Bermazmur kedepannya akan di lakukan secara kontinyu setiap tahun dan menjadi agenda tahunan. Dengan hadiah berupa piala tetap dan trophy serta uang pembinaan, yang nominalnya akan bertambah dari tahun ke tahunnya.

 

 

Sementara itu ditempat yang sama, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si yang di wakili oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura, Adolof  Yoku, S.P, M.M memaparkan, bahwa Pemerintah Kabupaten Jayapura secara kelembagaan sangat memberi apresiasi kepada Ondoafi Franzalbert Yoku, yang telah menggagas agenda Yo Buyakha Bermazmur ini.

 

 

Menurut Adolof Yoku, apa yang di gagas oleh Ondoafi Franzalbert ini merupakan wujud dari implementasi kebijakan kepala daerah dalam hal ini Bupati Jayapura dengan Kebangkitan Masyarakat Adat (KMA). Yakni, ada upaya pelestarian nilai-nilai adat lewat penyampaian kidunh pujian dengan menggunakan bahasa daerah.

 

 

“Kami dalam hal ini pemerintah daerah tentu akan memberikan dukungan kepada masyarakat yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang mengandung nilai-nilai pelestarian budaya. Jadi acara Yo Buyakha Bermazmur ini ke depan dapat menjadi sebuah agenda tahunan yang bisa diikuti oleh kelompok-kelompok paduan suara,” tuturnya.

 

 

Sementara itu, Sekretaris Panitia HUT ke-I Yo Buyakha Bermazmur Tahun 2018, Hengky Jokhu dalam laporannya menyebutkan, perayaan HUT ke-I Yo Buyakha Bermazmur tahun 2018 ini di siapkan selama lima hari dan akhirnya dapat terlaksana dengan baik.

 

 

“Kami berharap kepada semua denominasi gereja di Buyakha Bu (Sentani) dan sekitarnya, untuk kedepannya dapat mengambil bagian dalam agenda tersebut. Sebab, acara Yo Buyakha Bermazmur hadir untuk semua pihak yang bersedia, terutama jemaat-jemaat,” harap Hengky Jokhu yang juga Ketua Kadin Kabupaten Jayapura tersebut.

 

 

Untuk itu, dirinya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam semua proses acara Yo Buyakha Bermazmur tahun 2017 lalu dan HUT pertama berdirinya agenda perlombaan paduan suara Yo Buyakha Bermazmur di tahun 2018 ini. Kebersamaan adalah modal utama dalam membangun kembali nilai-nilai luhur sebagai jati diri (Mam) dari keberadaan sebagai masyarakat yang berbudaya.(Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here