3 OPD Kab. Jayapura Belum Maksimal Serap Dana Alokasi Khusus

0
508
- Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jayapura, Subhan, SE,. saat diwawancara. (Irfam / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jayapura, Subhan,  S.E., menegaskan jika Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak bisa mencapai 90 persen penyerapan Dana Alokasi Khusus (DAK), terancam dana DAK tahap ketiga tidak bisa dicairkan.

 

Dalam hasil evaluasi terkuak bahwa ada tiga OPD yang memiliki penyerapan DAK belum mencapai 90 peren atau memiliki penyerapan DAK masih dibawah 70 persen.

Perlu diketahui, ketiga OPD tersebut adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Youwari, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perhubungan (Dishub). Untuk itu, dirinya meminta kepada ketiga OPD itu agar segera merealisasikan penyerapan DAK tahap kedua sekitar 90 persen yang telah ditentukan pada 15 Desember 2018 mendatang.

Ilustrasi Uang Seratus Ribu Rupiah (istimewa)

“Kami lakukan rapat evaluasi penyerapan dana DAK tahap kedua, sehingga bisa turun (dicairkan) dana DAK tahap ketiga tahun 2018 ini,” kata Subhan,  kepada wartawan usai kegiatan Rapat Evaluasi Penyerapan DAK Tahap II Tahun 2018, di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (31/10/2018) siang.

Lanjut Subhan, ada tiga dari 12 OPD penerima DAK yang penyerapannya belum mencapai 90 persen.

Ya, ada 12 OPD penerima DAK itu tinggal tiga OPD saja yang masih dibawah 90 persen. Karena berdasarkan ketentuan untuk pencairan  DAK tahap ketiga itu minimal realisasinya harus 90 persen baru bisa turun dana DAK tahap ketiga. Apalagi ini (DAK) kan hanya tiga tahap saja yakni, 25 persen tahap pertama, kemudian 45 persen tahap kedua dan 30 persen tahap ketiga, ujarnya.

OPD penerima DAK yang belum mencapai 90 persen itu ada tiga OPD yaitu, RSUD Youwari, Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan. Jadi, ketiga OPD itu semua belum mencapai 90 persen penyerapan DAK tahap kedua. Tapi mungkin di awal bulan November 2018 nanti, mereka sudah siap masukkan laporan penyerapannya, beber Subhan.

Inikan kegiatan fisik, sudah selesai dan tinggal sedikit, apalagi rata-rata semuanya sudah 73 persen penyerapannya. Memang awal November ini nanti sudah selesai semua. Kemudian untuk batas waktu sesuai ketentuan itu pada tanggal 15 Desember 2018 mendatang. Bagi kami mungkin mereka masih bisa kalau batas waktunya hingga 15 Desember, namun bagi kami itu lebih cepat lebih bagus. Supaya kita pikir hal yang lain lagi seperti Otsus atau DAU, tambahnya.

Menurut Subhan, jika tidak melakukan pelaporan penyerapan DAK tahap kedua sekitar 90 persen, maka dana DAK tahap ketiga tidak akan turun atau dicairkan.

Dana DAK inikan ada tiga tahap yakni, tahap pertama itu sekitar 25 persen dengan nilai uang kurang lebih Rp 23.411.000.000, terus untuk tahap kedua itu sekitar 45 persen dengan nilai uang Rp 40.862.000.000 dan tahap ketiga itu sekitar 35 persen dengan nilai uang sama seperti di tahap kedua senilai Rp 40.862.000.000, terangnya.

Dikatakan, berdasarkan hasil evaluasi, rata-rata OPD sudah bagus. Cuma untuk RSUD Youwari, Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan yang masih tersendat atau penyerapannya belum mencapai 90 persen. Itu yang harus digenjot agar bisa mencapai 90 persen. Supaya dana DAK tahap ketiga bisa turun untuk ketiga OPD tersebut. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here