Polsek Sentani Kota Gelar Rekonstruksi Pembunuhan di Jalan Baru Toladan

0
568
Nampak Adegan dalam Rekonstruksi, tersangka menusuk korban dengan pisau ketika dibangunkan oleh korban. (Irfam / HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Polsek Sentani Kota di bawah komando Kapolsek Sentani Kota Kompol Hakim Sode, S.H., M.H., didampingi Wakapolsek Sentai Kota Iptu Sri Sapto Budiardjo beserta seluruh Anggota Polsek Sentani Kota, Senin (29/10/2018) kemarin menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap korban Deryanus Mallo di Jalan Baru Toladan, Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura Sabtu (13/10/2018) lalu.

 

Seperti diketahui, tersangka berinisial PM (20) telah menusuk korban Deryanus Mallo (20) yang tak lain adalah teman tersangka saat berpesta minuman keras (Miras) jenis Whisky Robinson dan miras lokal (Milo) jenis Boplas bersama teman-temannya yang lain.

 

Saat itu pelaku PM (20) sudah mabuk berat dan tidur sambil memegang pisau, kemudian korban Deryanus Mallo (20) membangunkan pelaku PM (20) dan secara spontan pelaku PM langsung mengarahkan pisaunya kearah dada korban Deryanus Mallo (20).

 

Rekonstruksi digelar di Halaman Polsek Sentani Kota, dipimpin oleh Panit I Unit Reskrim Polsek Sentani Kota Aiptu Sudirman didampingi Penyidik Pembantu Unit Reskrim Polsek Sentani Kota itu diperagakan oleh tersangka PM (20), sedangkan korban diperagakan oleh aparat. Rekontruksi tersebut turut dihadiri keluarga korban.

 

“Dalam rekonstruksi, aparat berhasil merekon 21 adegan. Korban Deryanus Mallo (20) sendiri mengalami tikaman di bagian dada dengan menggunakan pisau milik tersangka PM (20) saat korban membangunkan tersangka,” ujar Kapolsek Sentani Kota Kompol Hakim Sode, S.H., M.H. melalui Kasie Humas Polsek Sentani Kota Brigpol M. Ichsan J. Nugroho dalam rilisnya yang dikirim ke wartawan harian ini via pesan elektronik, Senin (29/10/2018) sore.

 

Tujuan digelarnya rekonstruksi tersebut, kata Kasie Humas, untuk membuat terang suatu peristiwa pidana secara materiil, terkandung maksud ada persuaian keterangan para saksi, tersangka, barang bukti di lokasi TKP dan didukung surat yang dikeluarkan dari ahli berupa Ver (Visum Et Repertum) luar atau dalam, dalam rangka melengkapi berkas perkara yang segera di tahap 1 ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

 

“Pelaku dijerat dengan Primer Pasal 338 sub 351 ayat 3 KUHP (Primer Pembunuhan Sub Penganiyaan yang Menyebabkan Meninggalnya Orang), dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun,” tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here