Jelang PON XX 2020, DP3A Kab. Jayapura Latih 50 Mama Papua Buat Noken

0
576
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Timothius J. Demetouw, didampingi Kepala DP3A Kabupaten Jayapura Dra. Maria Bano dan Kepala DP2KB Kabupaten Jayapura Drs. Derek T. Wouw, M.Si, ketika menyematkan tanda peserta kepada empat orang perwakilan mama-mama Papua dari empat (4) Wilayah Pembangunan yang merupakan peserta pelatihan Noken. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Jayapura, pada Senin (29/10/2018) melakukan pelatihan anyaman tas Noken kepada 50 peserta, yang semuanya adalah mama-mama Papua.

 

Kegiatan yang dilakukan selama tiga hari tersebut, dibuka secara langsung oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura Dr. Timothius J. Demetouw mewakili Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si.

 

Turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Jayapura, Dra. Maria Bano, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Jayapura Drs. Derek T. Wouw, M.Si, serta perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jayapura.

 

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Timothius J. Demetouw mengatakan, pelatihan membuat Noken ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk membuat suatu kegiatan, yang lebih memfokuskan pada pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan dalam mengembangkan kearifan lokal Noken.

 

“Sebenarnya kita punya ibu-ibu yang ada di empat (4) Wilayah Pembangunan (WP) ini sudah punya semacam keterampilan, namun keterampilan tersebut masih bersifat terbatas. Yakni, membuat untuk di pakai atau gunakan sendiri,” kata Timothius J. Demetouw kepada wartawan usai membuka kegiatan pelatihan Noken, di Aula Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Papua, Yahim, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (29/10/2018) siang.

 

“Lewat pelatihan Noken yang diselenggarakan oleh DP3A ini kita sudah mulai diajak berpikir ke depan. Sehingga yang dibuat oleh ibu-ibu atau mama-mama Papua ini bisa lebih menjadi suatu usaha kreatif. Karena lewat usaha ini tentunya mendatangkan pendapatan atau penghasilan, yang juga dapat menjawab kebutuhan ekonomi keluarga,” tambah Timothius J. Demetouw.

 

Lanjut Timothius, pelatihan yang dilakukan saat ini harus disambut baik oleh ibu-ibu, dengan mengikuti kegiatan tersebut secara baik. Sebab itu, melalui pelatihan ini ibu-ibu atau mama-mama Papua ini yang tadinya kehidupan mereka hanya berdasarkan meramu (mengambil apa yang ada dalam sumberdaya alam).

 

“Tetapi, dengan usaha ini mereka bisa menekuni satu pekerjaan khusus yaitu, bagaimana menganyam Noken dalam jumlah banyak. Karena dengan banyaknya hasil Noken yang diciptakan oleh setiap ibu-ibu itu, tentu akan berdampak pada pendapatan atau penghasilan yang begitu meningkat. Tentunya akan menjawab segala kebutuhan daripada ibu-ibu maupun rumah tangga mereka yang memiliki usaha tersebut,” paparnya.

 

Timothius menyampaikan, melalui pelatihan ini dapat memberikan pemahaman, pengetahuan dan juga keterampilan kepada ibu-ibu, sehingga mereka bisa mengelola kerajinan tangan itu menjadi suatu usaha tetap yang dilakukan untuk mendatangkan penghasilan.

 

“Dengan pelatihan ini diharapkan bisa mengarahkan ibu-ibu, bahwa hasil yang mereka ciptakan ini dapat dimanfaatkan untuk orang lain lewat cara di pasarkan atau dengan memasarkannya ke pasar. Sehingga mereka perlu untuk mengikuti pelatihan ini agar dari keterampilan itu bisa menambah hasil usahanya tersebut, karena diperlukan oleh para konsumen di pasaran,” katanya.

 

Selain itu, ungkap Timothius, pelatihan ini dalam rangka mempersiapkanmama-mama Papua yang merupakan pengrajin untuk membuat souvenir seperti tas Noken berkualitas untuk PON XX Tahun 2020.

 

“Ke depan Kabupaten Jayapura di tahun 2020 menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON XX. Tentu orang yang datang kesini, baik sebagai atlit, official atau sebagai undangan itu akan mencari apa yang menjadi khas orang Papua dan nilai khas dari Papua ini salahsatunya adalah tas Noken,” imbuhnya.

 

“Kalau tidak dari sekarang ibu-ibu kita mempersiapkan diri untuk membuat Noken dalam jumlah yang banyak, pasti tidak akan bisa menjawab kebutuhan orang yang datang untuk mencari atau menggunakan Noken tersebut. Jadi, kegiatan pelatihan ini sangat penting sekali karena mempunyai hubungan dengan pelaksanaan iven PON XX yang akan dibuat di Papua, khsusunya lokasi utama atau venue itu  ada di Kampung Harapan, Kabupten Jayapura,” tukas Timothius. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here