SMAN 1 Sentani Gelar Pentas Seni di SCS

0
1068

SENTANI (LINTAS PAPUA)  – Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2018, SMA Negeri 1 Sentani Kabupaten Jayapura menggelar pentas seni (Pensi) siswa, yang berlangsung di Lantai 1 Sentani City Square (SCS)-Mall Borobudur, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (27/10/2018) pagi lalu.

Selain memperingati momentum Hari Sumpah Pemuda, pentas seni ini yang digelar oleh SMA Negeri 1 Sentani ini juga sebagai pelaksanaan ujian praktek mata pelajaran seni budaya. Ujian praktek yang dilaksanakan ini diawali praktek Pentas Seni Budaya yang dilakukan oleh siswa siswi kelas X dan XI Jurusan IPA di SMAN 1 Sentani.

Kegiatan pentas seni yang kita gelar pada hari ini (Sabtu, 27/10 lalu) merupakan implementasi dari pelajaran seni budaya khusus diikuti oleh kelas X dan XI Jurusan IPA di SMAN 1 Sentani, kata Kepala SMA Negeri 1 Sentani, Agnes Anetha Mambieuw Hikoyabi, S.Pd, kepada Harian Pagi Papua disela-sela kegiatan pentas seni tersebut, Sabtu (27/10/2018) siang pekan kemarin.

Bertepatan dengan momentum Hari Sumpah pemuda tahun 2018, kata Kepsek Agnes, pihaknya melihat bahwa anak-anak atau peserta didiknya selain bagian dari siswa, mereka (siswa siswi) juga bagian dari pemuda serta bagian dari penerus bangsa ini.

Menurut Agnes, tujuan pentas seni guna menyemarakkan peringatan Hari Sumpah Pemuda dan pelaksanaan ujian praktek mata pelajaran seni budaya. Kemudian mengimplementasikan potensi minat dan bakat mereka khususnya di mata pelajaran seni budaya, sebagai sarana untuk menyalurkan bakat siswa dalam bidang seni kreasi serta pembinaan dan pengembangan aktivitas dan kreativitas siswa dalam bidang seni.

Sedangkan tujuan khusus, sekolah tetap memberi ruang dan kesempatan bagi seluruh peserta didik, untuk dapat mengapresiasikan, menampilkan atau memberikan potensi minat dan bakat mereka untuk disalurkan pada pentas seni kali ini, ungkap Agnes Anetha Mambieu Hikoyabi.

Senada dengan hal itu, La Kadir, S.Pd, selaku Ketua Panitia Pelaksana Pentas Seni SMANSA Sentani ketika dikonfirmasi wartawan harian ini disela-sela kegiatan pentas seni tersebut menyampaikan, pada dasarnya di SMAN 1 Sentani itu ada mata pelajaran seni  budaya, yang mencakup seni rupa, seni musik, seni tari, drama dan lakon ria.

Makanya untuk kegiatan (pentas seni) ini saya sampaikan kepada siswa, karena ini ujian praktek untuk mata pelajaran seni budaya. Sehingga mereka yang harus memilih sendiri mau tampil apa dalam pentas seni kali ini, kita tidak harus ambil seni tari maupun seni musik. Namun mereka (siswa siswi) yang memilih sendiri, ujar pria yang juga Guru Mata Pelajaran Seni Budaya ketika dikonfirmasi wartawan harian ini disela-sela kegiatan pentas seni, Sabtu (27/10/2018) siang.

Jadi, pentas seni yang kita gelar merupakan kegiatan untuk pengambilan nilai praktek dari mata pelajaran seni budaya, yang diharapkan mereka bisa tampil berani di depan umum, juga bisa tumbuh dan berkembangnya kreasi seni budaya demi kemajuan kehidupan bangsa, sambung La Kadir.

Menurut La Kadir, tujuan pensi guna memperingati sumpah pemuda dan juga pelaksanaan ujian praktek mata pelajaran seni budaya. Kemudian mengeksploitasi apresiasi seni pada guru dan siswa, sebagai sarana untuk menyalurkan bakat siswa dalam bidang seni, kreasi serta pembinaan dan pengembangan aktivitas dan kreativitas siswa dalam bidang seni.

Kegiatan Pensi ini juga bertujuan untuk sosialisasi kepada siswa dengan harapan agar siswa siswi ini tidak berpikir atau membuat kegiatan-kegiatan lain di luar sekolah yang negatif. Dengan adanya kegiatan pentas seni, akhirnya mereka fokus hanya untuk latihan saja, atau tidak mencari kegiatan yang negatif seperti seperti narkoba maupun Miras, imbuh La Kadir.

Sementara itu, salah seorang Tokoh Pemuda Papua asal Kabupaten Jayapura, Izak R. Hikoyabi disela-sela kegiatan Pensi SMAN 1 Sentani mengatakan, dirinya menyambut baik. Dengan adanya kegiatan Pensi SMANSA ini merupakan salah satu wahana bagi peserta didik untuk mampu mengasah kepekaan hati dan nuraninya.

Nilai positif yang bisa diambil dari kegiatan pensi adalah anak-anak atau peserta didik ini diberi kesibukan, kata pria yang juga  mantan Komisioner KPU Papua seraya menambahkan bahwa dirinya diberi kepercayan dan sekaligus diundang untuk menghadiri kegiatan pensi yang diadakan oleh SMAN 1 Sentani tersebut.

Memang selama lima (5) hari mengikuti pendidikan formal di sekolah, kata Izak, namun dengan adanya kegiatan seperti ini, perlu memberikan satu motivasi baru kepada mereka dan secara terus menerus prestasi mereka ditingkatkan atau kreativitas yang mereka miliki itu perlu ditingkatkan, baik itu dalam bentuk seni, olahraga maupun dalam bentuk ilmu pengetahuan yang lainnya.

Ini bagian dari bagaimana kita mendorong anak-anak ini tidak hanya berpikir tentang pendidikan formal. Tetapi, juga mereka perlu mengembagkan potensi dirinya demi untuk membangun citra diri dan karakter mereka kedepan, katanya.

Oleh karena itu, selaku tokoh pemuda saya mengajak kepada seluruh generasi muda di daerah ini agar bisa mensukseskan momentum hari sumpah pemuda dengan pelaksanaan upacara yang dirangkai dengan kegiatan-kegiatan positif serta dapat menyatukan tekad. Walaupun kita berbeda dalam pandangan, kita berbeda dalam ras, suku, agama dan bahasa, tapi kita tetap satu untuk Indonesia, ajaknya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here