JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Komunitas Warna kembali menggelar workshop  dan mini pameran Komunitas Warna di SMKN2 Kotaraja, dihadiri 50 orang anggota komunitas juga siswa SMKN 2 Kotaraja, Kamis (25/10/2018).

 

Sebagaimana diketahui,  Komunitas Warna Jayapura adalah komunitas peduli anak jalanan dan perempuan dan sudah  berkarya membantu banyak perempuan dan anak jalanan, pada  Kamis (25/10/2018) melakukan Penyerahan bantuan kepada Puskesmas Kotaraja.

 

Kemudian  disalurkan kembali kepada ODHA (orang dengan HIV/AIDS) dilingkungan Kotaraja, selain itu komunitas ini mengajak Perindakop Kota Jayapura dan KPAI Kota Jayapura untuk membuka bersama workshop  dan mini pameran Komunitas Warna di SMKN2 Kotaraja, dihadiri 50 orang anggota komunitas juga siswa SMKN 2 Kotaraja.

Caption foto sesuai arah jarum jam : Dra. Susanti Minarsih, Hulbertina Waromi, Hiswita Pangau,  dan Ketua Yayasan Harapan Ibu (YHI) Papua, Veneranda I. Kiriho, saat semuanya mengambil bagian untuk berbicara dan mendukung jalannya kegiatan. (Fransisca / LintasPapua.com)

Ketua Panitia, sekaligus Koordinator Komunitas Warna, Hiswita Pangau, mengungkapkan,  rasa harunya karena banyak pihak mendukung kegiatan sosial Komunitas Warna

 

“Terimakasih Sudah mendukung, melalui program pelatihan, kita tidak hanya mendapatkan income, tapi ada banyak hal kita dapatkan, saat ini komunitas Warna bekerjasama dengan Citradaya Nita, Free Press unlimited, Perhimpunan pengembangan Media Nusantara. Hari ini juga kita menyerahkan bantuan sedikit, kiranya bisa membantu Puskesmas Kotaraja untuk melayani ODHA Kotaraja,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid UKM Dinas Perindakop Kota Jayapura, Dra. Susanti Minarsih menyarankan mengunakan bahan lokal, dalam membuat souvenir, agar harga jual rendah.

 

“Gunakan bahan alam Yang ada supaya hasilnya di jual tidak mahal, PON 2020 ada 3000an tamu datang ke Jayapura, kita bisa di jual souvenir saat PON nanti. Akhir Oktober ini kami ajak 10 orang pelatihan UMKM, Yang punya usaha dan belum pernah Ikut pelatihan dengan kami saya undang untuk Ikut pelatihan. Mama jangan menyerah untuk terus berusaha.” katanya.

 

Senada dengan itu, Kepala Bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan Anak dan Keluarga Kota Jayapura, Hulbertina Waromi mengatakan, sangat  mendukung komunitas Warna dan mengundang komunitas untuk pelatihan.

 

“Dari Pemberdayaan Wanita, Kami juga meminta 20 orang pelatihan Noken dari kulit kayu dan Noken benang, pembuatan gerabah tanah liat, pada bulan November. kita mau mengangkat orang Papua, kalau perempuan lain bisa, tentunya kita juga bias,” tuturnya.

 

Sementara itu, Ketua Yayasan Harapan Ibu (YHI) Papua, Veneranda I. Kiriho, mengatakan selaku pembimbing komunitas Warna, memberikan semangat maju bagi komunitas Warna.

 

“Yayasan kami berbasis Gender Yang mananggulangi komunitas ini, kami harus berpesan kepada mereka sesuatu untuk melanjutkan kehidupan mereka, tidak semua bisa jadi pegawai Negri, kita tidak perlu berputus asa supaya bisa melanjutkan kegiatan kita. Selain hasil kerajinan ini ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan kita, menyambut tamu Pon 2020,” kata Veneranda, mengakhiri pembicaraan. (Fransisca / lintaspapua.com)