Kemendikbud Apresiasi Pendidikan Keluarga : Pentingnya Peran Aktif Orang Tua Dalam Pendidikan Anak

0
645

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  –  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menyelenggarakan Apresiasi Pendidikan Keluarga yang telah diinisiasi sejak tahun 2016. Apresiasi untuk kali ketiga diberikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, kepada Orang Tua Hebat dan Sekolah Sahabat Keluarga, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Mendikbud mengatakan, pendidikan dimulai dari keluarga dan orang tua sebagai pendidik utama. Oleh karena itu, peran aktif dan pelibatan orang tua dalam pendidikan anak adalah suatu keharusan. “Untuk terwujudnya hal tersebut diperlukan dorongan, upaya peningkatan kemampuan, dan contoh-contoh praktik baik. Pemberian apresiasi kepada semua pihak yang terkait dengan upaya ini merupakan salah satu cara untuk menggiatkan upaya tersebut,” demikian disampaikan Mendikbud dalam malam Apresiasi Pendidikan Keluarga ke-3.

Mendikbud menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam pendidikan anak di satuan pendidikan, sehingga mendukung terbentuknya insan dan ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter dengan berlandaskan gotong royong. “Keluarga sebagai salah satu pilar dalam tri pusat pendidikan memiliki peran yang signifikan dalam mendukung keberhasilan pendidikan nasional,” tutur Mendikbud.

Apresiasi Pendidikan Keluarga tidak hanya memberikan penghargaan kepada orang tua hebat yang menampilkan figur orang tua/keluarga yang dinilai berhasil mendidik anak-anak tetapi juga kepada Sekolah Sahabat Keluarga yang menampilkan praktik baik pelibatan orang tua dalam penyelenggaraan pendidikan. Selain itu, juga pemberian penghargaan kepada pemenang lomba film/video pendek tentang kiat keluarga dalam mendidik anak (dokumenter), dan video praktik baik yang bersifat info layanan masyarakat, serta pemenang lomba jurnalistik dan blog.

Penyelenggaraan Apresiasi Pendidikan Keluarga kali ini menghadirkan 83 penerima penghargaan, terdiri dari 10 keluarga hebat terpilih, 40 pemenang lomba jurnalistik dan blog, 12 pemenang lomba film/video pendek, dan 21 sekolah sahabat keluarga mulai tingkat PAUD hingga SMA/K. Acara ini juga dihadiri sekitar 150 undangan, antara lain, para pejabat di lingkungan Kemendikbud, kementerian/lembaga terkait, mitra pegiat yang tergabung dalam komunitas sahabat keluarga, dan mitra terkait lainnya.

Selain menerima penghargaan, para pemenang lomba dan nominasi juga diberikan berbagai bentuk edukasi pendidikan keluarga oleh pada motivator dan narasumber sesuai dengan kategori penghargaan.

“Dengan diadakannya Apresiasi Pendidikan Keluarga, saya berharap agar dapat tersosialisaskannya pendidikan keluarga di masyarakat, memperluas akses dan pemerataan layanan pendidikan keluarga dalam mewujudkan generasi yang berkarakter dan berbudaya prestasi, serta meningkatnya intensitas pelibatan keluarga dalam pendidikan anak-anak,” pesan Mendikbud.

Hal senada juga disampaikan oleh Harris Iskandar, Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat. Ia berharap agar acara ini menjadi sarana untuk menyebarluaskan pentingnya kemitraan antara orang tua, peserta didik, kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya. “Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, semua pihak perlu terlibat untuk menyukseskannya,” ujar Harris.

Pada kesempatan ini, Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga, Sukiman, mengungkapkan, kegiatan Apresiasi Pendidikan Keluarga ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memberikan edukasi bagi masyarakat bahwa keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak memiliki peran utama dalam keberhasilan anak di masa yang akan datang. “dampak keterlibatan orang tua terhadap prestasi belajar anak di sekolah berlaku di setiap jenjang pendidikan, dimulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tinggi,” katanya.

Sukiman juga memaparkan, bahwa sejak dibentuk pada tahun 2015, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga telah menyediakan layanan pendidikan keluarga di 237.332 satuan pendidikan di semua jenjang pendidikan atau mencapai 55% dari 429.768 jumlah satuan pendidikan di Indonesia. Harapannya pada tahun 2019, semua satuan pendidikan di seluruh Indonesia dapat memperoleh layanan pendidikan keluarga. “Untuk mendukung itu, kami berharap seluruh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN/D, sektor swasta, dan masyarakat dapat turut membantu dan terlibat aktif dalam program pendidikan keluarga di Indonesia,” harapan Sukiman. (Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan / www.kemdikbud.go.id )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here