7 Kepala Suku Areal PT. Freeport Serahkan Aspirasi Dukung Jokowi

0
843

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  – “Diantara Presiden Indonesia, hanya Bapa Jokowi yang bisa menyembuhkan luka rakyat Papua yang sangat dalam, kami tahu Jokowi sangat mencintai rakyat Papua, Rakyat Papua juga sangat mencintai Jokowi, ” kata Frans Dibittau, yang juga Kepala Suku Moni, saat mengunjungi kantor pusat Jokowi Centre,  di Kobexindo Tower Ancol Timur, Kamis, 25 Oktober 2018.

 

Jokowi Centre mendapat kungjungan 7 Kepala Suku, disekitar PT. Freeport yang terdiri dari  Anies Natkime (Kepala Suku Amungme), Frans Dibittau (Kepala Suku Moni), Niko Magai (Kepala Suku Mee), Thimotus Samin (Kepala Suku Kamoro), Hermanus Kogoya (Kepala Suku Dani), Daud Nerigi (Kepala Suku Nduga), Mesak Tenbak (Kepala Suku Damal), Marthen Omaleng (Ketua P2MA-PTP), Ruben Kobogau (Wakil Ketua P2MA-PTP) dalam rangka audiensi untuk menyampaikan keinginan mereka yang belum kesampaian untuk bertemu Presiden.

Para kepala suku tersebut di terima oleh Sahat M Lumbanraja selaku Ketua Harian dan Imanta Ginting selaku Sekretaris Jendral Jokowi Centre. Frans Dibittau menjelaskan, 7 kepala suku besat telah membentuk Lembaga P2MA-PTP yang mewakili masyarakat adat papua untuk menyerahkan aspirasi suara rakyat papua untuk pemilihan presiden 2019 adalah PAPUA SATU SUARA untuk JOKOWI – MARUF AMIN.

Selain itu 7 kepala suku papua tersebut menyampaikan bahwasanya mereka ingin berjumpa pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Jokowi untuk menyerahkan langsung aspirasi masyarakat adat papua melalui kepala 7 suku agar aspirasi tersebut dapat langsung di serahkan kepada presiden.” Aspirasi Rakyat Adat Papua ini Harus kami serahkan Langsung pada Presiden , sebab Presiden sangat Cinta Papua” Kata Frans.

Dalam sambutanya, Sahat M Lumbanraja mengatakan Jokowi Centre siap bersinergi dengan Lembaga  P2MA – PTP siap bersinergi bersama sama bekerja untuk kemajuan Papua.

Secara khusus, ketua harian JC tersebut mengusulkan agar Lembaga tersebut mengusulkan satu program strategi pengembangan sumber daya manusia Papua, dengan program yang terencana, dan terukur dengan indikator yang jelas, untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat Papua.

Mereka berkeluh kesah, bahwa dana otonomi khusus belum sepenuhnya bisa dirasakan oleh mayoritas rakyat Papua. Kehadiran LP2MA-PTP akan memberikan aspirasi langsung kepada Jokowi, agar penyaluran dana otonomi khusus dan programnya bisa dirasakan oleh rakyat Papua terutama yang di kampung – kampung dan di pedalaman. “Tidak hanya dirasakan oleh para orang orang atas dan elite Papua,’’ kata Frans menegaskan. (SML / jokowicentre.or.id )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here