Tim Pendataan Pengukuran dan Pengembalian Batas Aset Pemkot Jayapura Berdialog dengan Pihak Keluarga Pemilik Hak Ulayat Diatas Lahan Eks Pasar Lama Abepura, ketika dihadang saat hendak melakukan pengukuran, Rabu (24/10/2018) kemarin siang. (Irfan / HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Sebanyak beberapa titik di lahan seluas 9.713 meter persegi (m2) diukur oleh Tim Pendataan Pengukuran Pengembalian Batas Aset Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura yang terdiri dari petugas BPN Kota Jayapura, BPKAD Kota Jayapura, Dinas PU Kota Jayapura, staff Distrik Abepura dan Kelurahan Yobe yang melakukan pengukuran di atas lahan Eks Pasar Lama Abepura, Kelurahan Yobe, Distrik Abepura, Rabu (24/10/2018) pagi.

 

Lahan tersebut yang direncanakan akan dibangun Rumah Susun (Rusun) dengan luas hampir 1 Ha itu dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Aset pada BPKAD Kota Jayapura,  Max J. Fonataba, Kepala Kelurahan Yobe Agustinus Jitmau, perwakilan BPN Kota Jayapura sebanyak 3 orang serta staff dari Distrik Abepura dan Kelurahan Yobe.

 

Pengukuran tersebut dijaga dan dikawal oleh puluhan personel gabungan TNI/Polri dan Satpol-PP. Pengukuran dilakukan untuk menentukan kembali batas-batas tanah yang merupakan aset Pemerintah Kota Jayapura di lahan Eks Pasar Lama Abepura, Kelurahan Yobe, Distrik Abepura.

 

Pengukuran yang dimulai tepat pukul 10.30 WIT itu awalnya berjalan lancar, namun saat tim hendak pindah ke titik lain untuk melakukan pengukuran mendapatkan penolakan dan penghadangan oleh pihak keluarga pemilik hak ulayata atas tanah di Eks Pasar Lama Abepura.

 

Kepala Kelurahan Yobe, Agustinus Jitmau mengatakan, bahwa pihak Kelurahan Yobe sebenarnya sudah berkoordinasi terkait apakah pihak adat perlu dilibatkan atau dipanggil untuk duduk bicara bersama pemerintah guna membahas persoalan di atas lahan Eks Pasar Lama Abepura.

 

“Akan tetapi, dari pimpinan kami memerintahkan untuk tetap melakukan pengukuran terlebih dahulu.  Ya, di ukur dan di data dulu semua aset yang ada didalam ini baru pihak adat didudukkan untuk kita bicarakan bersama,” ujarnya dihadapan keluarga para pemilik hak ulayat di atas lahan Eks Pasar Lama Abepura, Rabu (24/10/2018) siang.

 

Untuk mengukur lahan, Tim Pendataan Pengukuran Pengembalian Batas Aset Pemkot Jayapura ini menurunkan tiga orang dari BPN Kota Jayapura.

 

Kata Agustinus Jitmau, bahwa pihaknya hanya tim yang dipercayakan untuk mengukur dan setelah diketahui hasil dari pengukuran itu akan disampaikan ke Walikota dan Wakil Walikota Jayapura.

 

“Kita akan rapat dan bicarakan persoalan ini bersama pihak adat. Putusan itu akan dilakukan pada saat data itu semua sudah tersampaikan kepada pimpinan, jadi pengukuran hari ini (kemarin) tidak ada niat apa-apa dan pihak adat tidak dilanggari,” katanya.

 

“Kami hanya diperintahkan melakukan pengukuran. Ini (lahan) diukur kembali dan data tersebut akan kita laporkan kepada bapak Walikota. Dari data itu akan dijadikan dasar untuk mengambil kebijakan. Jika tidak ada informasi apa-apa dan tidak ada data, maka kami tidak bisa mengambil kebijakan. Bapak dorang (masyarakat adat pemilik ulayat) punya hak tetap kami hargai. Kami tahu ada beberapa aset yang ada didalamnya dan semua itu akan menjadi pertimbangan tersendiri oleh pimpinan,” sambung Agustinus Jitmau.

 

Dirinya meminta pengertian dari pihak adat kepada tim yang ditugaskan untuk mengukur aset di atas lahan Eks Pasar Lama Abepura. “Kita hanya tarik pakai alat dan pihak adat akan diundang oleh Walikota untuk kita bicarakan. Kami dari Kelurahan akan membantu bapak untuk menyampaikan bahwa aset yang dimiliki oleh Keluarga Karmel Fingkreuw sekian, dan penghuni didalamnya sekian banyak orang jumlahnya. Sehingga ini akan menjadi pertimbangan bapak Walikota,” pintanya.

 

“Sekali lagi kami mohon maaf bukan berarti kami tidak menghargai piha adat, untuk tidak menyampaikannya. Tetapi, kami hanya diperintahkan untuk melakukan pengukuran saja,” tukasnya.

 

Selain itu, Kepala Lurah Yobe Agustinus Jitmau juga meminta,  perhatian dari seluruh warga yang berada di lokasi Eks Pasar Lama Abepura agar bisa membuka diri kepada tim Pemkot Jayapura yang akan melakukan pendataan.

 

“Kami minta kepada warga yang ada di Eks Pasar Lama Abepura ini, agar bisa membuka diri kepada tim pemerintah kota, untuk kami data segala sesuatu yang ada di atas lahan ini. Baik itu bangunan maupun manusia yang ada diatasnya itu semua kami data,” pintanya.

 

Sehingga, kata Agustinus, diharapkan kepada warga bisa membantu pihaknya dalam hal menyediakan diri, untuk di data dan juga dokumen yang diperlukan pihaknya, guna membantu tim dalam rangka memberikan informasi yang utuh kepada pimpinan untuk kebijakan lebih lanjut terkait dengan pengelolaan lokasi di atas lahan Eks Pasar Lama Abepura ini.

 

“Hari ini (kemarin) kami sudah turun lakukan pengukuran dan pendataan, kemudian mengenai hasilnya akan kami sampaikan kepada pimpinan. Kita akan rapat bersama dengan Pemerintah Kota Jayapura, untuk langkah-langkah selanjutnya atau melakukan tahapan-tahapan berikutnya seperti mengadakan sosialisasi dan tim sedang menyiapkan dokumen-dokumen yang terkait dengan status tanah di ats lahan Eks Pasar Lama Abepura ini,” ujarnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here