SENTANI (LINTAS  PAPUA)  –  Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, diwakili Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura Adolf Yoku, S.P, bersama 3 Bupati yang ada di Provinsi Papua diundang untuk menghadiri kegiatan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Jepang dan menghadiri Program Jenesys 2018 di Yamagata-Tokyo, Jepang 9-16 Oktobr 2018.

 

Di Jepang, Adolf Yoku (mewakili Bupati Jayapura) yang juga Ketua Tim Percepatan Pembangunan Ekonomi ini didampingi Rischard Tapilatu selaku Tim Percepatan pembangunan Pariwisata Kabupaten Jayapura. Selain itu, juga ada 3 Bupati lainnya yang ikut hadir dalam kegiatan Kementerian Luar Negeri Jepang seperti Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Sarmi DFerek Risal Ayomi (mewakili Bupati Sarmi).

 

Kemudian Plt Bupati Biak Numfor, Herry Ario Naap, didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan Friets Senandi dan Kepala Bappeda Kabupaten Biak Numfor,  Junus Luchas Rumere. Serta Bupati Supiori,  Jules Warikar, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Supiori Rafles Ngilamele dan Sekretaris Bappeda Kabupaten Supiori George Yawan.

 

Dari informasi yang diperoleh, kehadiran Bupati Jayapura yang diwakili Kepala Dinas TPH Kabupaten Jayapura,  Adolf Yoku, S.P, M.M., dalam Program Jenesys tersebut didasarkan pada surat undangan dari Kementerian Luar Negeri Jepang untuk keempat pemerintah kabupaten di Provinsi Papua yang memang memiliki hubungan emosional dan historis dengan negara Jepang.

 

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura Adolf Yoku, S.P, M.M, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk mewakili Bupati Jayapura guna menghadiri undangan Kementerian Luar Negeri Jepang dan Program Jenesys di Tokyo-Yamagata, Jepang.

 

“Saya ucapkan terima kasih dan memberi apresiasi kepada bapa Bupati, yang telah mempercayakan saya menghadiri undangan Kementerian Luar Negeri Jepang untuk mewakili Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam hal ini Bupati Jayapura,” ucap Adolf Yoku kepada wartawan harian ini di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (23/10/2018) kemarin malam.

 

Dimana dalam undangan kegiatan Kementerian Luar Negari Jepang ini, Adolf Yoku bersama tiga perwakilan pemerintah kabupaten lainnya mengikuti kegiatan seperti orientasi program Jenesys 2018 di Haneda-Tokyo, observasi ke Kota Obaida dan Menara (Tower) Jepang, pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, pertemuan dengan Badan Nasional Pariwisata Jepang, Observasi ke Kota Asakusa, jamuan makan malam oleh Kementerian Luar Negeri Jepang.

 

Selanjutnya, melakukan pertemuan dengan NEC Inovation World (Perusahaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Jepang), perjalanan ke Yamagata, pertemuan dengan Gubernur Yamagata, jamuan makan malam dengan para pejabat Yamagata, pertemuan dengan Badan Pusat Riset Pertanian Terpadu Yamagata, observasi ke Museum Lokal Yamagata, observasi ke Museum Sains dan Industri Yamagata, Observasi Danau Kawah dan Gunung Berapi di Kota Zao.

 

Kemudian, melakukan perjalanan kembali ke Tokyo, melakukan observasi ke Kantor Gubernur Metropolitan Tokyo, observasi ke Pusat Mitigasi Jepang di Ikebukuro, presentasi laporan hasil kunjungan bagi peserta Program Jenesys, observasi ke SMA Unggulan Sakado dan Laboratorium Universitas Tsukuba, pertemuan dengan Anggota DPR Jepang serta melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja dan Sosial Jepang.

 

“Jadi, perjalanan ke Jepang itu sesuai dengan undangan dari pemerintah negara Jepang. Yang mana, pemerintah negara Jepang mengundang Bupati Jayapura, Bupati Biak Numfor, Bupati Supiori dan Bupati Sarmi serta didampingi dengan dua orang staff. Nah saat tiba di Jepang, kami di bagi dua tim lagi yakni, tim bupati itu diarahkan untuk bertemu dengan pejabat-pejabat tinggi Jepang,” katanya.

 

“Sedangkan dua orang staf dari perwakilan pemerintah kabupaten itu diajak untuk mengikuti program Jenesys 2018 atau seperti seorang turis yang harus mengunjungi beberapa pusat teknologi, kebudayaan dan tempat pariwisata yang ada di Jepang,” sambung pria yang pernah magang di salahsatu pusat badan teknologi pertanian di Jepang tersebut.

 

Kemudian untuk keempat Bupati ini, dalam perjalanan ke Jepang tersebut juga diatur waktunya untuk diperkenalkan beberapa monumen-monumen nasional Jepang, terus kembali diatur waktunya untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jepang, Badan Pariwisata Jepang, Universitas Negeri Jepang, Kementerian Kesehatan Jepang dan Gubernur Provinsi Yamagata serta Badan Penelitian Pertanian terpadu Jepang.

 

“Dari hasil perjalanan ke Jepang itu, ada sekitar delapan (8) poin penting yang kami rekomendasikan dari hasil-hasil pembicaraan saat berada di Jepang untuk segera ditindaklanjuti di Jayapura,” paparnya.

 

Point pertama rekomendasi dari hasil pembicaraan di Jepang, lanjut Adolof Yoku, persiapan pemerintah Kabupaten Jayapura untuk bekerjasama dengan pemerintah Jepang dan Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam rangka program repatriasi yang akan dilaksanakan pada tahun 2019 mendatang.

 

“Melakukan sosialisasi dengan masyarakat terkait rencana lokasi pelaksanaan program repatriasi untuk kemudian akan dibangun monument sejarah diatasnya,” jelas Adolf Yoku.

 

Adolf juga menyampaikan, menerima kunjungan duta besar (Dubes) Jepang yang telah bersedia memenuhi undangan Bupati Jayapura dalam rangka menghadiri iven Festival Bahari Teluk Tanah Merah (undangannya sudah dikirim).

 

“Selain itu, poin keempat adalah menerima kunjungan dari Anggota Asosiasi Persahabatan Yamagata Papua dan wakil dari pemerintah Yamagata pada 9 November 2018 nanti, untuk membicarakan program kerjasama pembangunan serta survei lokasi rencana pelaksanaan program repatriasi,” imbuhnya.

 

Sementara poin kelima, kata Adolf Yoku, menerima kunjungan dari Ketua Asosiasi Persahabatan Yamagata Papua pada bulan Maret 2019 mendatang, untuk membicarakan kelanjutan program kerjasama pembangunan dengan Yamagata Prefecture. Selanjutnya poin keenam, adalah mempersiapkan tim Expo Kabupaten Jayapura untuk menghadiri Jpaa Tourism Expo 2019 mendatang.

 

“Nah untuk poin ketujuh itu adalah mempersiapkan siswa-siswi SMA Unggulan Yokiwa untuk diikutkan dalam program kerjasama pertukaran siswa dengan SMA Unggulan Sakado dan pertukaran guru yang mengajar di SMA Unggulan Yokiwa. Serta poin kedelapan adalah penyusunan program kerjasama pembangunan khususnya pariwisata, pertanian, peternakan, perikanan, perlindungan cagar alam Cycloop dan Danau Sentani,” paparnya.

 

“Kemudian program pemberdayaan distrik dan kampung, yang akan dikerjasamakan dengan dukungan dana hibah dari pemerintah negara Jepang dengan skema dan prosedur yang sudah ditentukan oleh pemerintah negara Jepang,” tandasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)