Seru Sekali, Danlanud Tri Bowo Ajak Anggotanya Makan Papeda

0
80
Danlanud Silas Papare, Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso bersama Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro, saat melihat cara mempraktekkan atau membuat Papeda oleh Komandan POM TNI AU, Mayor Iwan Suebu, Jumat (19/10/2018) kemarin siang. (Irfan / HPP)

Sebagai Langkah Pencanangan Wajib Mencicipi Kuliner Tradisonal Khas Papua Bagi Anggota Lanud Silas Papare Sebulan Sekali

 

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Nasi menjadi makanan pokok dari masyarakat Indonesia sejak dahulu. Namun, di wilayah Indonesia Timur, seperti Papua, sagu lah yang menjadi makanan pokok.

Di Papua, sagu pun diolah sedemikian rupa hingga menjadi santapan yang enak untuk dimakan. Salah satunya adalah Papeda atau bubur sagu. Teksturnya yang kenyal dan bening ini pun sekilas mirip seperti lem kanji.

Maka dari itu, untuk mengonsumsinya harus dengan menggunakan sumpit dan digulung seperti layaknya menggulung benang. Papeda yang sudah digulung tadi kemudian ditaruh di atas mangkuk yang sudah diisi dengan ikan kuah kuning.

 

Umumnya, kuah kuning ini pun bisa menggunakan ikan mujair, gabus, ikan tongkol atau kakap merah yang dimasak dengan kunyit, jahe, daun kemangi dan jeruk nipis.

 

Pada Jumat (19/10/2018) kemarin siang, Harian Pagi Papua bersama sejumlah rekan-rekan media baik cetak, elektronik dan juga online diajak oleh Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Silas Papare, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Tri Bowo Budi Santoso untuk untuk menyantap Papeda.

Dalam kesempatan tersebut, Dalanud Silas Papare pun sempat meminta salah satu perwiranya yakni, Komandan POM TNI AU, Mayor Iwan Suebu untuk mendemokan atau mempraktekkan cara membuat Papeda dihadapan seluruh Anggota Lanud Silas Papare dan para tamu undangan.

 

Usai Mayor Iwan Suebu mempraktekkan cara membuat Papeda, dengan lihai Danlanud Tri Bowo menunjukkan cara menggulung sagu yang masih panas dan kemudian ditaruhnya di atas mangkuk yang sudah disiram dengan kuah ikan kuning.

 

Mengajak untuk menyantap Papeda oleh Danlanud Tri Bowo ini, karena masih ada sebagian anggota Lanud Silas Papare yang sudah bertugas sejak tiga tahun maupun lima tahun di Papua, khususnya di Lanud Silas Papare ini belum pernah sama sekali mencicipi kuliner tradisional khas Papua ini.

Bahkan ada anggota Lanud Silas Papare yang tidak tau cara makan bubur sagu (Papeda) yang dimakan bersama lauk lain seperti ikan gabus maupun kakap merah. Terkadang papeda juga disertai sayur ganemo yang terbuat dari daun melinjo muda dan bunga papaya muda yang ditumis dengan tambahan cabai merah. Ajakan dari Danlanud untuk menyantap Papeda tersebut sebagai langkah pencanangan wajib makan Papeda maupun mencicipi kuliner tradisional khas Papua lainnya setiap sebulan sekali bagi anggota Lanud Silas Papare.

 

“Banyak orang hanya berprasangka-sangka aja, kok lem di makan. Biasa orang sudah menjustifikasi sebelum di coba. Kalau saya sih kebalikannya, jika orang lain makan kenapa kok kita gak ikut makan, jangan-jangan enak,” kata pria yang akrab disapa Tri Bowo ini kepada awak media usai menyantap Papeda, di Markas Lanud Jayapura, Jumat (19/10/2018) siang.

“Kemudian ternyata saat saya coba pertama kali, saya cukup sekali saja bertransisi kok seperti rasanya aneh gitu. Bukan aneh gak enak. Tapi, gimana kita biasa makan nasi di kunyah namun (Papeda) ini gak di kunyah. Tetapi, setelah makan kedua dan berikutnya, malah seminggu yang lalu saya rasa kangen, kok pengen makan papeda gitu,” sambungnya.

 

Menurut Tri Bowo, setelah itu dirinya mengajak staf-stafnya untuk makan Papeda, namun ada beberapa staf yang tidak bisa makan. “Kemudian saya tanya ke staf itu, ‘kau sudah berapa tahun disini’. Terus staf saya bilang, ‘kalau sudah lima tahun di Papua dan bilang belum pernah makan’. Berarti jumat pekan depan (kemarin), kita bikin papeda dan semuanya wajib makan Papeda,” tuturnya.

“Alhamdulillah, hari ini (kemarin) sudah dilakukan demo masak bagaimana cara membuat Papeda. Sekaligus juga mengajarkan kepada seluruh anggota untuk makan papeda. Karena saya yakin ada diantara anggota saya ini, sepertiganya belum pernah makan papeda sama sekali. Tapi, hari ini (kemarin) mereka sudah mencoba dan makan papeda. Termasuk salah satu teman wartawan kita, yang sudah sekian lama di Papua baru kali ini memakan papeda,” tambahnya.

 

Alasan untuk menerapkan papeda sebagai kuliner tradisional khas papua kepada anggota Lanud Silas Papare ini, kata Danlanud, suatu kearifan lokal yang semua orang harus bangga terhadap daerahnya.

 

“Saya sangat mengimbau sekali jika ada tamu-tamu atau teman-teman kita dari luar Papua itu harus diajak makan Papeda, walaupun dengan sedikit dipaksa. Kadang-kadang dengan sedikit memaksa itu orang menjadi kenal, dan dari kenal itu maka orang akan menjadi cinta terhadap makanan tersebut,” katanya.

 

Di sisi lain, Tri Bowo menilai dan meyakini bahwa makanan Papeda ini cukup sehat, walaupun dirinya bukan orang medis. “Tapi, kalau di lihat dari teksturnya kan tidak perlu di olah lagi oleh pencernaaan yang terlalu rumit bila dibandingkan dengan makan nasi,” jelasnya.

Di sisi lain, kita harus menyiapkan diri di kala mungkin ada kalanya musim paceklik, kemudian tidak ada beras. Kita pun sudah terbiasa makan papeda ini.

 

“Kita ketahui bahwa khususnya daerah di wilayah Indonesia bagian timur seperti Papua dan Ambon ini banyak sekali pohon sagu yang bisa kita manfaatkan,” imbuhnya.

 

“Tentunya tidak setiap hari jumat saja. Tetapi, paling tidak nanti satu bulan sekali kita tradisikan wajib bagi seluruh anggota Lanud Silas Papare mencoba makan makanan atau masakan lain, yang juga masih ada kekhasannya disini. Saya sendiri mencari-cari dan memberi masukan agar ada makanan khas yang benar-benar bisa dipromosikan atau menjadi menu wajib buat tamu-tamu kita. Supaya orang lain juga bisa lebih mengenal makanan tradisional khas Papua,” tukas Tri Bowo.

 

Kepada wartawan, salah satu anggota Lanud Silas Papare, Raharja Widada menyebutkan, bahwa saat pertama kali dirinya memakan papeda itu rasanya enak sekali dan membuat dirinya seakan terkenang dengan makanan papeda ini.

 

“Untuk nantinya, saya akan buat sendiri di Jawa. Dan, makanan papeda ini betul-betul terkesan bagi saya,” ungkap pria asal Yogyakarta, yang sudah setahun ini bertugas di Lanud Silas Papare, Jayapura, Provinsi Papua. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)