Rumah Sakit Provita Jayapura Ikut Tingkatkan Taraf Kesehatan di Papua

0
108
“Tentunya dengan adanya RS. Provita dapat menjamin pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat jayapura guna mewujudkan derajat kesehatan yang setingggi-tingginya bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, TEA Herry Dosinaen, dalam suasana Grand Opening RS Provita Jayapura, Kamis (18/10/2018). Tampak suasana pembukaan yang ditandai dengan memukul tifa. (ISTIEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Sekertaris Daerah Provinsi Papua TEA Herry Dosinaen mengatakan, bahwa kehadiran Rumah Sakit Provita agar kedepannya rumah sakit ini bisa membantu mengatasi permasalahan kesehatan yang selalu menjadi faktor utama bagi kesehatan masyarakat saat ini terutama kesehatan bagi tumbuh kembang anak dan ibu.

 

“Tentunya dengan adanya RS. Provita dapat menjamin pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat jayapura guna mewujudkan derajat kesehatan yang setingggi-tingginya bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua,  TEA Herry Dosinaen,  dalam suasana  Grand Opening RS. Provita Jayapura, Kamis (18/10/2018).

Dikatakan, bahwa pembangunan RS Provita juga didalamnya ada ikatan Gereja Katolik Roma dan berkaya di keuskupan.

Pastor Goklian Paraduan Haposan, OFM  selaku komisaris RS Provita juga mendambahkan bahwa Sebagaimana sejarah singkat terkait pembangunan RS Provita di mulai sejak Kapitel Kustodi Fransiskus menjadi Duta Damai di Tanah Papua pada tahun 2011, lalu mulai dibicarakanlah keinginan untuk terlibat dalam bidang kesehatan, sejak itu di mulailah proses untuk mewujudkan rencana tersebut.

“ Komitmen OFM ( Ordo Fratrum Minorum ) untuk berpartisipasi meningkatkan taraf kesehatan di Papua sangat besar  khususnya dalam layanan ibu dan anak, maka seorang usahawan OFM melakukan kerjasama dengan PT. Medikaloka Hermina”  Kata Pastor Goklian Paraduan Haposan, OFM.

Dirinya menjelaskan,  bahwa RS Provita adalah rumah sakit katolik dengan demikian kebijakan oprasionalnya dilandasi oleh nilai-nilai katolik diantaranya yaitu tidak mengenal bayi tabung, abortus provokatus dan lainnya yang bertentangan dengan prinsip kehidupan secara moral katolik.

“Sebagaimana permintaan Sekda Prov Papua, maka kami akan berupaya semaksimal mungkin bagi masyarakat jayapura agar bisa mengurangi tingkat kematian ibu dan anak terlebih khusus masyarakat jayapura” tandasnya.

Grand Opening tersebut dihadiri Gubenrur Papua yang diwakili Sekda Provinsi Papua, TEA Hery Dosinaen, SIP, MKP, Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM, Direktur Utama PT Medikaloka Hermina Tbk dr H Hasmoro, SpAn, KIC, MHA, MM, Dewan Komisaris Hospital Dormitory dan Biara St Fransiskus ASISI Paulus Arfayan, Direksi PT Duta Damai Papua, Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs Yakobus Marjuki, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg Aloysius Giyai, Uskup Jayapura Leo Laba Ladjar, OFM, beserta sejumlah Pastur Paroki se-Dekenat Jayapura. (Berti Pahabol / lintaspapua.com)