JAYAPURA  (LINTAS PAPUA) – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Provinsi Papua, Ramses Wally mengatakan, bahwa pihaknya melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) kepada empat anggota DPRD Kota Jayapura.

“Pergantian ini membuktikan kepengurusan yang sah, sehingga kalau sebelumnya ada dualisme, maka saat ini jelas kepengurusan yang sebenarnya, sehingga dilakukan PAW,” ujar Ramses Wally, usai mengikuti PAW 8 Anggota DPRD Kota Jayapura, Jumat (19/10/2018).

Dikatakan, bahwa Pergantian Antar Waktu sudah merupakan hal yang wajar dalam organisasi Partai Politik, sehingga hal ini dapat dilakukan sesuai aturan partai tersebut dan wajib ditaati oleh anggota Partai Politik.

“Hal ini juga tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi Papua Nomor 155/255/ Tahun 2018 tertanggal 28 Juli 2018, sehingga hal ini bias dilakukan dan berjalan baik,” jelasnya.

Adapun, selain keempat anggota juga tergabung dalam delapan anggota yang di PAW adalah sebagai berikut, yakni  nama-nama anggota DPRD kota Jayapura yang selama ini dijabat 1. Dra.Lievelien Louisa Ansanay, M.Pd (Almahumah) 2. Krisangtus Yosep Layanan, S.sos (Almahum), 3. Fredrik H. Mebri, S.Ip, 4. Ir. H. Junaedi Rahim, SE. 5. H. Abdul Rajab. 6. Muhammad thamrin H.R. 7. Mariana imelda kabey. 8. Yakoba Tabuni, S.Ip.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Provinsi Papua, Ramses Wally, saat memberikan keterangan pers. (Fransisca /LintasPapua.com)

Berikut nama-nama yang akan mengisi jabatan anggota DPRD kota Jayapura yaitu: 1. Paliki Towolom. 2. Dra. Sipora Nelci Modouw, MM. 3. Otniel Deda A.Md. Ip. 4. Rosmina J. Sarwom. 5. Julianus Max Fonataba. 6. H. Kumar, A.Ag. 7. Supratman Siamping, SH. 8. Hj. Zubaedah Onny, S.Sos, M.Si.

Sementara itu, Sekretaris Komisi A DPRD Kota Jayapura, H. Kumar, S.Ag, yang baru saja dilantik juga mengakui, setelah dilantik langsung menyusun agenda kerja selama setahun.

“Melihat mekanisme dulu, kita berupaya sebisa mungkin menjangkau yang masyarakat butuhkan, tentu banyak yang perlu di benahi di kota ini, tentu penanganan banjir, perbaikan ruas jalan yang belum nyaman di lalui. Kami juga akan turun ke rakyat untuk mendengarkan aspirasi mereka,” kata Kumar mengakhiri wawancara.  (Fransisca/lintaspapua.com)